Melilea kesehatan secara organik

Melilea greenfield organic,

Produk melilea menjaga kesehatan tubuh

Melilea Organik

Kesehatan sangatlah penting dan mahal. Beribu-ribu bahkan berjuta-juta orang yang sakit sangat mendambakan kesembuhan. Kesehatan perlu dijaga. Kesehatan sangat berarti bagi orang yang menjalani aktivitas. Tanpa kesehatan apalah arti menjalani hidup ini. Makanya kita perlu menjaga kesehatan-kesehatan tubuh kita.

Kita dapat menjaga kesehatan-kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan organik. Melilea adalah salah satu makanan organik yang baik untuk menjaga kesehatan-kesehatan organ tubuh. Melilea mampu memperlancar metabolisme sehingga baik untuk kesehatan-kesehatan. Selain itu melilea mampu menyeimbangkan makro dan mikro molekul di dalam tubuh. Kesehatan-kesehatan tubuh sangat perlu diperhatikan. Melilea menjaga kesehatan-kesehatan tubuh secara alami. melilea mewujudkan kesehatan tubuh tanpa efek samping. Melilea menjaga kesehatan-kesehatan fungsi organ dalam tubuh.

Melilea Organik Dirumuskan oleh peneliti dan ahli organic terkenal, Dr. Henry Chang bapak dari teori organic.
Makanan lengkap yang paling menyerupai susu ibu masa kini. Tanpa garam, gula, penstabil, pengawet, kanji, lemak, perasa dan pewarna tiruan.
Memadukan 3 keampuhan terunggul di dunia:
-Fungsi makanan organik
-Fungsi Naturopati
-Fungsi penyembuhan alami
1. Fungsi makanan organic
Bapak dari teori organic, Dr. Henry Chang, menyatakan bahwa makanan organic berarti semua jenis produk yang berasal dari pertanian yang bebas dari pupuk buatan, bahan kimia atau bahan tambahan mulai dari awal pemrosesan, dimana semua bahan berasal dari alam.
Manfaat dari makanan organic termasuk: Mempertahankan dan meningkatkan keseimbangan ekologi.
Mengurangi resiko kesehatan, karena makanan organik bebas dari bahan-bahan kimia. Bebas dari GMO (Genetically Modified Organism)/ rekayasa genetika. Bebas dari Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) atau penyakit sapi gila. Terbukti mengandung gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan makanan yang berasal
dari pertanian biasa/ tradisional.Mengurangi resiko infeksi pathogenic seperti E.coli dan mycotoxin.

Melilea Greenfield Organik makanan alami Dibuat lebih dari 28 jenis sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian yang dihancurkan menjadi serbuk di bawah suhu rendah tanpa kelembaban dengan teknologi tinggi. Sehingga kandungan zat-zat yang bermanfaat seperti vitamin, mineral, enzim, zat hijau daun (chlorophyl) maksimal, berbeda dengan sayuran atau bijian yang dimasak dengan air atau minyak panas sebagian besar dari kandungan zat-zat tersebut telah hilang. Karena berbentuk serbuk yang sudah hancur maka dengan mudah diserap oleh usus manusia dan telah dirumuskan untuk menjadi secara sempurna dengan tubuh kita.

2. Fungsi Naturopati
Kekuatan penyembuhan alami -Tubuh memiliki kemampuan untuk membentuk, mempertahankan serta memulihkan kesehatan-kesehatan tubuh. Menetapkan dan merawat penyebab – Penyebab penyakit harus ditemukan dan dimusnahkan sebelum seseorang dapat sembuh secara keseluruhan. Cara-cara yang digunakan harus dapat memusnahkan gejala-gejala bukan menekannya. Pencegahan merupakan obat terbaik – Mengutamakan pembentukan kesehatan bukan melawan penyakit. Naturopati beranggapan bahwa seseorang menjadi sakit disebabkan oleh penumpukan toksin-toksin. Oleh sebab itu, untuk menjaga kesehatan-kesehatan, kita harus membuka diri kita ter

Melilea Organik

Melilea Organik Solusi Seksual Alami

Berikut ini sejumlah herbal yang direkomendasi oleh Dr. Lavinia Suryadi dari Healthy Choice, pusat detoksifikasi dan pangan organik di Jakarta.

1. Seledri

Sayuran ini akan menjadikan Anda lebih energik, tidur lebih nyenyak, dan bermanfaat untuk perempuan dalam meningkatkan gairah seksual.

2. Bawang putih

Bumbu dapur ini sering disebut Russian Antibiotic karena khasiatnya dalam membasmi bakteri. Herbal ini membantu pria mencapai dan mempertahankan ereksi dengan membantu memperlebar pembuluh darah.

3 Ginseng

Herbal kebanggaan Korea ini memang mahal, tetapi khasiatnya sudah terbukti selama ribuan tahun. Ginseng mendorong aktivitas mental dan fisik serta memperbaiki fungsi kelenjar endokrin. Herbal ini juga memberi efek positif pada kelenjar seks. Ginseng membantu menyeimbangkan hormon wanita, khususnya pada masa perubahan fisik yang drastis seperti sehabis melahirkan, selama menstruasi, dan menopause. Jenis ginseng yang bermanfaat untuk kehidupan seks Anda adalah Panax ginseng dan Panax ouinquefolius, sedangkan Siberian ginseng bermanfaat untuk kesehatan, tetapi tidak efektif untuk meningkatkan kehidupan seks.

4. Ginkgo biloba

Herbal ini sering disebut herbal yang cerdas karena kemampuannya meningkatkan memori dan memperlambat laju perburukan penyakit Alzheimer. Ginkgo biloba meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga memberi lebih banyak oksigen ke otak, jantung, dan seluruh tubuh, termasuk juga ke organ-organ seks.

5. Biji adas

Selama bertahun-tahun biji adas digunakan untuk mengobati keluhan penyakit pada wanita di berbagai belahan dunia. Adas ber guna meringankan gejala pre menstruation syndrome (PMS) dan menopause.

6. Primrose

Herbal ini telah digunakan selama berabad-abad di Eropa sebagai obat penenang ringan dan mengatasi berbagai penyakit pernapasan. Untuk urusan seks, primrose adalah estrogen alami untuk tubuh Anda.

Sumber: Senior

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Organik Bintang 5

July 4, 2007

Organik Bintang 5

Organik Bintang 5

Pertanian organic memerlukan ladang yang bebas polusi. Sebelum ditanami, tanah harus dikosongkan selama 2 – 7 tahun; tanpa pencemaran dalam radius 30 km dari ladang penanaman, serta pencegahan dari orang banyak dan dari mobil yang keluar masuk ladang penanaman (kecepatan mobil yang diperbolehkan hanya 8 km/jam). Pemakaian zat-zat racun dan zat-zat kimia pertanian dilarang sama sekali. Tahapan-tahapan berikutnya seperti menanam, menuai, memproses dan mengemas diawasi secara ketat untuk menghindari kontaminasi bahan-bahan kimia seperti pewarna dan perasa buatan, bahan pengawet dan penstabil, serta zat-zat tambahan lainnya. Semua hal ini menjadikan GFO dianugerahkan penilaian lima bintang oleh “Organic United Nations Friendship Association (OUNFA)”Melilea GFO telah dijamin halal oleh “Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA)”.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Makanan organik makin diburu

Makanan organik? Seperti apa itu? Jangan-jangan malah tidak ada rasanya. Itulah anggapan yang muncul selama ini karena kurangnya informasi. Padahal itu justru makanan sehat yang bahan bakunya tumbuh tanpa pestisida, tanpa pupuk kimia dan tak ada rekayasa genetika.

Produk jadi dalam kemasannya pun tanpa pengawet, tanpa penambah rasa dan tidak menggunakan zat warna. Selain itu tetap ada ikan dan daging sapi organik.

Dalam era modern ini, terutama di kota besar seperti Jakarta, yang setiap harinya terjadi polusi, hidup sehat lewat pola makan sangat penting. Mengonsumsi makanan organik merupakan salah satu cara untuk menjaga hidup selalu sehat.

“Sudah waktunya kita menjaga kesehatan lewat pola makanan dengan menu makanan organik,” kata Anti Suryaman, License Compliance Manager PT Microsoft Indonesia.

Ketika ditemui di Restoran Organik Healthy Choice di kawasan Kemang saat makan malam, Anti bersama dua putrinya, Fadia, 7, dan Icha, 5, sedang menyantap wakame ramen atau mi rumput laut, sup kesehatan dengan bumbu organik plus tahu dan telur. Sementara minumannya dia memilih bragg vinegar drink, minuman vinegar dengan tambahan madu.

Anti memang orang yang gemar makan sayur-sayuran, tapi bukan berarti tidak memakan daging. Sedangkan untuk ikan, dia menyukai berbagai jenis.

“Makanan organik ini menyehatkan. Sebelumnya saya pikir tak enak, ternyata lezat, dan fresh,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya akan senantiasa mengonsumsi makanan organik.

Di restoran organik ini, selain disediakan berbagai menu, juga tersedia produk makanan kemasan yang kebanyakan diimpor dari Taiwan, AS, Jerman, Swiss, Australia dan Selandia Baru. “Bahan lokalnya beras, sayur, telur ayam dan ayam. Tapi daging ayam sekarang distop,” kata Stevan Lie, direktur operasional Healthy Choice.

Menurut dia, ayam dipakai hanya untuk kaldu, tapi sekarang cenderung lebih ke vegetarian dengan memakai kombu, sejenis rumput laut terutama untuk yang vegeta- rian. “Di sini bukan restoran vegetarian, tapi kami menyediakannya. Kami merupakan pionir untuk healthy food yang dimulai pada 2001,” paparnya.

Awal berdirinya restoran orgnik ini dari klinik detox yang tujuannya untuk proses pencucian usus besar. Pencucian usus besar ini bukan hanya untuk mereka yang punya masalah dengan usus besar.

Bagi kebanyakan orang memang ada kerancuan soal makna organik. Makanan organik berbeda dengan vegetable walau dari media yang sama yaitu tanah.

Beda pula dengan makanan dari hidroponik yang bermedia air. Organik dalam penanamannya tanpa menggunakan pestisida, tanpa pupuk kimia, yang digunakan pupuk alami dan tak ada rekayasa genetika.

Berlakunya lebih pendek

Nah bicara soal produk jadi, makanan organik dalam kemasan tanpa pengawet, tanpa penambah rasa dan tanpa zat pewarna. Karena itu masa berlakunya lebih pendek yaitu enam bulan sampai sembilan bulan, beda dengan produk non organik yang masa kadaluwarsanya sampai dua tahun. “Bisnis ini termasuk berisiko tinggi,” kata Stevan.

Untuk sapi organik, dalam pemeliharaannya harus diberi rumput organik dan tidak pernah disuntik antibiotik.

Awalnya lima tahun lalu, Riani Susanto N.D membuka klinik pengobatan herbal. Para pasiennya disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat organik. Tapi kemudian mereka bertanya di mana membelinya.

Ubah paradigma

Yang paling dekat waktu itu di Singapura. Setelah Riani Susanto bertemu dengan Stevan, sarjana teknik industri lulusan Universitas Trisakti, pada 2002 mulai menyediakan makanan organik dan dua tahun kemudian di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta membuka detox center, organic store dan organic resto dengan nama Healthy Choice. Pada akhir tahun lalu dibuka cabang di kawasan Kemang Raya.

Memperkenalkan makanan organik tak mudah karena harus mengedukasi dan mengubah paradigma lama bahwa makanan sehat tak bedanya seperti makanan rumah sakit yang rasanya tak enak.

Padahal, kata Stevan, makanan organik ini seperti makanan pada umumnya, hanya mengubah bumbu masaknya misalnya tak menggunakan bumbu penyedap, seperti laksa yang disajikan tak pakai santan, tapi menggunakan susu kacang kedele.

Gorengannya pun menggunakan minyak yang terbuat dari biji anggur yang memiliki titik didih tinggi. Minyak zaitun baik tapi titik tingginya hanya sampai 80 derajat Celcius.

“Kami punya tujuan idealis menyediakan makanan organik ini, selain bisnis yang mencari profit. Di sini tak ada resep yang dirahasiakan, dapurnya terbuka dan bila pengunjung mau tahu cara memasaknya, diberikan penjelasan,” ujar Stevan seraya menambahkan bahwa dengan cara demikian pihaknya ikut menyehatkan masyarakat lewat makanan organik.

Pada kenyataannya memang masih banyak yang berpikiran, dengan tidak memakan makanan organik tak apa-apa. Memang, di tubuh manusia ada ginjal yang mampu menyaring racun dari makanan, tapi seberapa lama kekuatan ginjal itu melawan racun yang setiap hari dikonsumsi. Apalagi usia semakin tua.

“Makanan organik ini sangat baik terutama untuk orang yang ingin hidup sehat, apalagi yang berusia 40 tahun hingga 60 tahun” kata Jacob Suntoso, pengusaha yang bergerak di bidang properti.

Jacob menjaga kesehatan sejak usia 25 tahun dengan mengonsumsi sereal setiap hari untuk sarapan dan makan malam. “Kecuali ada acara dinner,” katanya.

Untuk makan siangnya, kata Jacob, bebas saja, tapi tetap memilih makanan sehat dan banyak minum air putih.

Untuk menjaga kesehatan, pria yang tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol itu selalu mengurangi makanan berlemak. Selain sereal, setiap pagi dia mengonsumsi buah-buahan dan pada siang hari tak lupa minum jus. “Biar hidup sehat dan urusan lancar,” katanya sambil tertawa.

Menurut Jacob, kalau mau mencari makanan sehat di Jakarta, tak banyak yang komplet. Yang jelas, makanan sehat ini beda rasa dengan makanan pada umumnya, karena tak menggunakan bumbu penyedap.

“Di restoran lain kebanyakan menggunakan bumbu penyedap, kecuali makanan Jepang.”

Sementara musisi jazz ternama, Ireng Maulana, 61, sudah menjadi langganan restoran organik Healthy Choice sejak tahun lalu di kawasan Kebon Jeruk.

“Aneh dan keren kemasannya. Saya menyukai karena rasanya enak yang banyak terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan sayur mayur,” katanya.

Ireng memang menghindari mengonsumsi daging kecuali ikan. Pemusik jazz itu mengonsumsi makanan organik di restoran langganannya itu paling tidak seminggu dua kali.

Bila ke restoran organik, Ireng memilih sup tom yam yang menggunakan cuka apel dan ikan dory yang diimpor dari Vietnam. Menu utamanya nasi goreng Hawaii yang disajikan di buah nanas. Sedangkan minuman favoritnya es teh ala Thailand. “Saya bisa minum tiga gelas,” katanya sambil tertawa.(Herry Suhendra/JBBI)

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Makanan organik makin diburu

Konsumsi Makanan Organik

June 30, 2007

Konsumsi Makanan Organik

Tingginya bahaya polusi dan hal-hal yang berbau kimiawi, mengundang sebagian orang untuk mulai menyadari pola hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan organik, yakni bahan makanan yang bebas kimia. Beberapa artis pun mengikuti tren positif makanan organik.

KLIK – DetailMelly Manuhutu
Buka Toko & Parsel Organik

Saat mengandung tiga tahun lalu, Melly gemar konsumsi sayuran organik. Kebetulan, di depan rumahnya di kawasan Ciburial, Puncak, terbentang kebun sayur dan buah organik milik tetangga. Sayangnya, Melly keguguran. Ia kembali ke Jakarta namun tidak meninggalkan hobinya mengonsumsi sayur dan buah organik.

Apalagi, ia sudah merasakan khasiatnya. “Dulu aku sering kena batuk-pilek. Tapi, percaya enggak percaya, selama mengonsumsi segala macam bahan makanan yang organik, aku merasa lebih sehat. Rasanya juga lebih fresh, enak di perut, dan kulit jadi bagus,” ungkap Melly.

Tak cuma mengonsumsi, Melly akhirnya mulai berbisnis sayuran dan buah organik. Sistemnya masih delivery. “Kalau ada yang pesan, saya ambil dari perkebunan Permata Hati di Puncak.” Jadilah tiap dua kali seminggu Melly turun ke kebun, memilih sendiri sayur dan buah. “Setelah dua tahun dijalani, sekarang saya punya banyak konsumen.”

Meningkatnya permintaan, membuat Melly memutuskan membuat kios mungil ukuran 3 X 3 m persegi di bilangan Kemang Timur. Namanya, Organic Vegetables. Di dalam bangunan berdinding bata itu, terdapat bermacam-macam bahan organik. Mulai dari sayuran, kacang-kacangan, buah, dan umbi-umbian. Belakangan, Melly juga menjual beras dan beras merah organik yang diambil dari Yogya. “Sedangkan ayam dan telur organik, didrop dari Bandung. Juga ada dried food yang diimpor dari Jerman dan Australia, seperti garam, gula, susu, bihun, pasta, minyak goreng, dan lainnya.”

Sejak buka kios pertengahan tahun ini, Melly bukan saja bertindak sebagai penjual, tapi juga “juru kampanye”. Soalnya, “Banyak yang belum tahu makanan organik. Bahkan di awal-awal promosi, aku sampai bagi-bagi selebaran tentang makanan organik. Kayak juru kampanye,” ujarnya sambil tertawa.

Memang, kata Melly, sayur dan buah organik harganya lebih mahal. Apalagi kalau sudah masuk di supermarket, bisa berlipat-lipat harganya. “Kalau aku, sih, enggak mau jual mahal-mahal. Niatku, selain berbisnis, ingin berbagi kepedulian hidup sehat,” ujar Melly yang mengaku hanya mengambil sedikit keuntungan.

Mahalnya sayur dan buah orgaik, lanjut Melly, karena penghasil makanan organik masih jarang dan ragamnya masih sedikit. Produksinya pun tergantung musim. “Selain itu, untuk menghasilkan makanan organik, perlu lebih banyak tenaga kerja. Tanaman harus satu per satu diperiksa,” ujar Melly yang terobsesi memiliki kebun sendiri plus supermarket tempat ia memasarkan hasil kebunnya.

Kini, menjelang Lebaran, Melly dan suaminya, Prakaca, sedang sibuk menyiapkan parsel berisi makanan organik. Harganya berkisar antara Rp 350 ribu-Rp 750 ribu. “Pikir-pikir, kan, bagus, ya, kalau memberi hadiah makanan sehat. Makanya, sejak awal puasa kemarin, aku sudah mulai bikin,” kata Melly yang sudah dapat sekitar 20 pesanan parsel.

KLIK – DetailSophie Navita
Anak Sampai Pembantu Makan Sayur Organik
Seperti halnya Lucy, Sophie juga tahu soal khasiat makanan organik dari kegemarannya membaca. “Tapi waktu mau cari makanan organik, susah banget. Lalu, waktu hamil, aku berniat mengonsumsi makanan sehat. Nah, mulai, deh, aku hunting makanan organik yang kandungan kimianya betul-betul nol. Waktu itu, hanya bisa didapat di sebuah supermarket yang segmennya orang bule di Jakarta,” ujar artis cantik ini.

Meski harganya tiga kali lipat dari bahan makanan yang biasa, “Demi anak yang ada dalam kandungan, saya tetap membeli.” Ketika Rangga Namora Putra Bharata (11 bulan) mulai diperkenalkan pada makanan padat, Sophie memberinya sayuran organik.

Waktu itu, cerita Sophie, “Saya sempat frustrasi juga karena kesulitan mencari ragam sayuran organik. Masak Rangga hanya dikasih bayam, wortel, dan tomat setiap hari? Aku sampai mencari ke setiap supermarket besar di Jakarta.”

Beruntung ia akhinya mendapat info bahwa Melly Manahutu berbisnis sayuran organik. “Ternyata harga di toko dia, lebih murah. Ragam sayurannya pun lebih banyak.” Alhasil, makanan padat organik untuk Rangga pun mulai beragam, seperti ayam, bihun, beras merah, kentang, pasta, kacang kapri, hingga kacang hijau. Buah-buahan juga tersedia. “Mau alpukat, stroberi, dan mangga, juga ada.”

Belakangan, Sophie yang sempat berhenti makan sayuran organik usai melahirkan, memutuskan kembali ke bahan-bahan organik. “Aku pikir, kenapa enggak sekalian buat sekeluarga? Efisien juga, kan, enggak harus belanja dan masak dua kali,” kata istri Pongki Jikustik ini. Sejak itu, ia membeli makanan organik dalam partai besar. “Tak hanya sayur dan buah, beras, ayam, gula, kacang-kacangan, dan pasta, juga yang organik.” Sampai ke pembantu dan pengasuh anaknya, “Semua sama, makan makanan organik.”

Ketika Rangga memasuki usia 10 bulan, Sophie mulai menggunakan garam organik. Pasalnya, garam organik tidak melalui proses bleaching dan lebih alami. “Memang, sih, harganya lebih mahal karena masih impor. Sebungkusnya Rp 18 ribu,” kata Sophie yang sekali belanja sayuran bisa menghabiskan sekitar Rp 70 ribu. “Tapi itu untuk 2-3 hari.”

Kini, Sophie mengaku mulai merasakan khasiat makanan organik yang dikonsumsinya. Badannya terasa lebih segar, sehat, dan ringan. “Untuk Rangga, hasilnya belum kelihatan banget. Cuma matanya lebih cemerlang. Mungkin karena vitamin yang terkandung dalam sayuran,” papar Sophie yang merasa bangga lantaran sang anak sudah doyan makan sayuran dalam bentuk apa pun.

“Artinya, kan, meringankan tugas saya di masa depan, yaitu membiasakan anak untuk melihat sayur sebagai a way of life. Sebagai perempuan, kita punya tugas jadi istri dan ibu. Artinya, kita juga punya tanggung jawab menyehatkan keluarga. Apa yang kita taruh di meja makan, itu yang dimakan anak dan suami. Masak, sih, kita mau taruh sampah atau makanan yang enggak sehat?” katanya panjang lebar.

KLIK – DetailLucy Rahmawati
Menabung Untuk Hari Depan Yang Sehat
Dari bacaan yang dilahapnya, personel AB Three ini jadi merasa takut karena di mana-mana orang menggunakan pestisida, bahan pengawet, bahan kimia, pengawet, dan lainnya untuk mengolah bahan makanan. “Termasuk untuk makanan bayi. Padahal, semua itu bikin daya tahan tubuh bayi ringkih dan kalau terlalu lama menumpuk di tubuh, bisa jadi racun dan sumber penyakit,” ujarnya serius.

Nah, ketika hamil, Lucy tak mau mengambil risiko untuk jabang bayinya. Ia pun mulai rajin mengonsumsi makanan organik. Bahkan setelah anaknya, Keitaro Jose Purnomo (1)
lahir hingga sekarang, selalu diberi makanan organik. “Aku, sih, enggak terlalu ketat harus makan makanan organik. Tapi kalau buat Keitaro, suatu keharusan. Jadi, setelah diberi ASI ekslusif dan mulai diperkenalkan pada makanan padat, sejak itu aku kasih jus sayuran atau buah organik,” kisahnya antusias.

Yang kerap bikin Lucy pusing, sayuran organik amat tergantung pada musim. “Jika iklimnya tidak mendukung untuk panen, beberapa jenis sayuran susah didapat. Pernah aku sulit sekali menemukan brokoli, wortel, atau tomat. Sudah keliling ke beberapa toko, enggak ketemu juga. Untungnya, sekarang sudah mulai banyak dijual di supermarket. Jenisnya juga mulai beragam.”

Ia lalu memberi contoh, “Dulu, mau bikin sayur sop yang bahan-bahannya organik, susah banget. Kentang dan daun seledrinya enggak ada,” kata Lucy yang rajin berburu bahan makanan organik dua atau tiga kali dalam seminggu. “Bisa berjam-jam aku muter-muter mencari sayuran organik. Mulai dari yang dekat rumah di kawasan Pondok Indah, hingga dekat rumah orangtuaku di Jatibening. Soalnya, kata Lucy, sayur hanya tahan 2-3 hari sehingga ia harus sering mencari stok sayuran buat buah hatinya. “Untuk Keitaro, aku paling sering beli bayam, wortel, tomat, buncis, dan brokoli.”

Sumber protein berupa daging dan ayam untuk anaknya, juga diusahakan memakai yang organik. “Ayam organik juga lebih tahan lama. Kalau menyimpannya bagus, bisa tahan sampai dua minggu. Tapi pernah juga, sih, kehabisan stok ayam organik. Akhirnya terpaksa pakai ayam kampung yang bebas suntikan hormon,” kisahnya.

Soal harga yang lebih mahal, Lucy mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. Demi anaknya, ia ingin mengupayakan yang terbaik. Jadi, beda Rp 5.000 hingga Rp 10.000, “Enggak masalah. Untuk masalah kesehatan, kita tidak usah lihat harga lagi, deh. Siapa lagi yang menghargai diri kita selain kita sendiri? Jadi, menurut aku, antara harga dan efek positif yang kita dapat, seimbang,” kata Lucy yang dalam hal ini mendapat dukungan dari suami.

Targetnya, untuk Keitaro ia akan terus memberi asupan organik minimal sampai usia 5 tahun. Pasalnya, kalau sudah masuk usia sekolah SD, “Anak mulai berteman dan tahu jajan. Tidak bisa setiap saat kita mengontrol.”

Masalah khasiat makanan organik, tambah Lucy, tak bisa dirasakan dalam sekejap. “Baru terasa dalam jangka waktu panjang. Mungkin 5-6 tahun lagi baru terasa, kita tidak rentan terhadap penyakit darah tinggi, jantung, kolesterol, dan sebagainya. Jadi, hitung-hitung menabung untuk hari depan yang lebih sehat, deh.”

Konsumsi makanan organik bagus untuk kesehatan. Maka dari itu mulailah konsumsi makanan organik.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Konsumsi Makanan Organik

Makan Makanan Organik supaya Sehat

MEITY Pondaaga (57), pensiunan Citibank yang kini menjadi konsultan perbankan, sekitar empat tahun lalu mulai mengonsumsi sayuran organik.

Keputusan mencoba sayuran organik dipicu oleh tersedianya sayuran tersebut di sebuah toko swalayan. Sebelumnya dia sudah banyak membaca mengenai makanan organik dari majalah-majalah kesehatan asing.

APA yang masuk ke tubuh, semuanya ada efeknya. Obat saja ada efek sampingnya, bagaimana dengan makanan yang kita makan? (Itu) pakai pupuk apa, bahan kimia apa, pasti ada efeknya ke tubuh,” kata Meity.

Apa yang kita makan katanya akan menentukan siapa kita. Ungkapan ini tentu saja tidak semata-mata menyangkut makanan apa yang kita makan, di mana kita makan, dan bagaimana kita memakan makanan itu. Pengaruh sangat jelas makanan adalah terhadap kesehatan serta kebugaran tubuh, dan sampai batas tertentu, kecantikan dan kemudaan kita.

Dengan alasan kesehatan itulah kini semakin banyak orang-setidaknya di Jakarta-yang sukarela mau merogoh kantong mereka untuk membeli makanan organik. Makanan itu juga semakin banyak ditawarkan di berbagai toko swalayan, bahkan ada restoran-restoran yang menyediakan menu khusus sayuran dan daging ayam yang diproduksi secara organik.

Meity menyebutkan, alasan mengonsumsi sayur-mayur organik sejak empat tahun lalu adalah demi kesehatan. Ayah Meity menderita sakit jantung, sementara ibunya punya penyakit darah tinggi. Meity khawatir terkena penyakit yang bisa diturunkan itu dan sangat dipengaruhi gaya hidup, yaitu antara lain makanan yang dikonsumsi, karena kedua orangtuanya penggemar olahraga.

Alasan kesehatan pula yang membuat Ny Rosalinda (39), warga di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, mulai mengonsumsi makanan organik sejak setengah tahun lalu setelah membaca artikel mengenai makanan ini di sebuah majalah kesehatan.

“Sayuran dikasih pestisida dan pupuk kimia, ayam dikasih antibiotik dan hormon, ada juga sapi edan (gila-Red), makanan kemasan pakai pewarna tekstil. Benar-benar mengerikan,” kata Rosalinda yang menularkan kebiasaan barunya ini kepada dua anak dan suaminya.

Kesadaran untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan organik ini bukan cuma dilakukan individu-individu. Ny Traute Christa Ongkowijaya (50), warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, menjadi semacam ketua kelompok dari para konsumen makanan organik yang anggotanya sekitar 15 orang. Setiap hari Jumat, sayuran organik dari perkebunan milik Pater Agatho, pelopor sayuran organik di Indonesia, dikirim ke rumahnya.

“Setiap Jumat anggota datang ke rumah saya untuk mengambil sayuran itu. Jenis macam-macam, apa saja yang sedang alam berikan. Yang penting aman,” kata Ny Ongkowijaya.

Ny Ongkowijaya mengatakan, alasan kesehatanlah yang membuat dia mengonsumsi sayuran organik. Jakarta, kata dia, sudah sangat terpolusi. “Jakarta kan termasuk tiga kota yang paling terpolusi di dunia. Jadi, sedapat mungkin dari makanan kita tidak semakin mencemari tubuh,” kata dia.

KESADARAN untuk mengonsumsi sayuran organik ini tidak terbatas pada mereka yang sudah berusia relatif lanjut. Ibu-ibu muda dari kalangan selebriti, seperti penyanyi Lusy Rahmawati (27) dan Melly Manuhutu (29), serta pembawa acara televisi Sophie Navita (29) juga mulai rajin mengonsumsi sayuran yang mereka yakini sehat itu.

Melly mulai berkenalan dengan sayuran organik karena kebetulan dia tinggal di kawasan Ciburial, Cisarua, Jawa Barat. Di tempat tinggalnya itu dia dengan mudah mendapatkan sayuran organik yang ditanam di kebun milik Pater Agatho.

Penyanyi yang pernah hamil tetapi kemudian keguguran itu memakan beragam sayuran organik, seperti wortel, bayam, selada, lobak, labu siam, tomat, selain ubi, dan pisang. Bahkan ayam dan telur pun dia pilih yang diproduksi secara organik.

Lain lagi alasan Lusy Rahmawati yang mulai mengonsumsi sayuran organik secara teratur setelah kelahiran anak pertamanya, Keitro Jose Purnomo, yang baru berumur satu tahun.

“Makanan organik terutama untuk anakku. Aku sendiri tidak terlalu strict. Untuk anak, aku usahain sedini mungkin tidak mengonsumsi makanan dengan campuran bahan pengawet,” kata istri dari sutradara film Jose Purnomo.

Awalnya Lusy masih merasakan harga sayuran tersebut mahal sehingga dia terpaksa tidak sering membeli. Tetapi, begitu hamil dan melahirkan, Lusy mulai mengonsumsi sayuran organik yang dia kenal melalui tawaran di sebuah toko swalayan di dekat rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Alasan penyanyi ini karena sekarang banyak penyakit yang aneh-aneh. “Aku pikir, untuk anakku keluar biaya ekstra tidak apa-apa,” papar Lusy.

Pengalaman Sophie Navita dengan sayuran organik juga berhubungan dengan kehamilannya dan ketika dia menyusui sendiri anaknya.

“Awalnya memang buat anak, tetapi akhirnya juga buat keluarga. Jadi, sekalian belanja,” kata Navita yang istri dari Pongky, penyanyi kelompok musik Jikustik. “Entah sugesti atau apa, tetapi yang jelas saya merasa lebih segar dan badan lebih ringan setelah banyak mengonsumsi makanan organik,” ujarnya.

Begitu juga pengusaha Setiawan Djody (55) mengaku mengonsumsi makanan organik. Dia bahkan mendukung pertanian organik melalui Yayasan Kantata yang dia dirikan 15 tahun lalu. “Saya tertarik dengan pertanian organik setelah bertemu dengan Romo Agatho. Saya kebetulan tertarik pada gaya hidup kembali ke alam,” paparnya.

APA pun alasan yang disampaikan para konsumen makanan organik, entah dengan alasan kesehatan atau kembali ke alam, tetapi makanan organik meskipun perlahan semakin populer walaupun harganya berlipat sampai tiga kali dibandingkan dengan makanan non-organik.

Untuk negara dengan peraturan ketat seperti Amerika Serikat (AS), mereka telah memberlakukan sebuah standar tentang apa yang disebut organik, yaitu makanan yang “100 persen organik” dan “organik” (untuk yang setidaknya 95 persen) diproduksi tanpa hormon, antibiotik, herbisida, insektisida, pupuk kimia, tanaman/hewan yang mengalami modifikasi genetis, atau radiasi untuk mematikan kuman (Newsweek, 30/9/2002).

Kesadaran untuk mengonsumsi makanan organik pun tidak selalu sama dari masa ke masa. Ketika budaya tandingan muncul di Barat pada tahun 1970-an-yang kemudian imbasnya juga terasa di Indonesia-konsumen mengambil makan organik sebagai sebuah identitas lebih karena alasan filosofis. Maksudnya, makanan menjadi cara mereka untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap kondisi lingkungan, pilihan politik, bahkan spiritualitas mereka.

Akan tetapi, keadaan ini kini berbalik lebih menjadi alasan praktis, yaitu kesehatan tadi, meskipun di sini jumlah konsumennya masih dari kalangan terbatas mengingat harganya yang jauh lebih mahal tadi.

Alasan kesehatan ini pun masih menjadi pro dan kontra di negara maju seperti AS. Betul pestisida adalah racun yang dimaksudkan untuk membunuh hama penyakit yang mengganggu tanaman, dan antibiotik digunakan untuk menangkal serangan penyakit pada hewan ternak. Tetapi, mereka yang membela penggunaan teknologi-pupuk buatan, pestisida, pangan hasil modifikasi genetika-mengatakan bahwa bahaya utama datang dari bakteri seperti E coli yang terdapat pada kotoran sapi yang menjadi pupuk tanaman organik.

Namun, yang tidak dapat dimungkiri adalah semakin intensifnya penggunaan pestisida dan antibiotik pada pertanian konvensional-pertanian dengan asupan teknologi modern menjadi konvensional dibandingkan dengan pertanian organik yang sebelum munculnya Revolusi Hijau tahun 1960-an dengan teknologi modernnya adalah pertanian konvensional itu sendiri-karena munculnya masalah antara lain hama penyakit yang kebal terhadap pestisida yang ada sampai jenuhnya tanah karena penggunaan pupuk kimia terus-menerus sepanjang tahun.

Untuk lingkungan, pertanian organik dianggap lebih bersahabat terhadap lingkungan karena dia mengambil apa yang berasal dari alam dan dikembalikan ke alam seraya menjaga keragaman hayati karena tidak perlu membunuh makhluk hidup-apakah dia kutu atau serangga pemakan sayuran-secara berlebihan karena penggunaan musuh alami atau pestisida dari bahan tanaman sendiri.

Dan apabila konsumen sekarang memilih makanan organik karena alasan kesehatan, itu akan menjadi sebuah cara untuk ikut memperbaiki lingkungan, sepanjang memang diproduksi dengan cara yang benar-benar organik.

Buat Ny Meity, keyakinan bahwa makanan organik yang dia konsumsi membuatnya lebih sehat adalah hal yang terpenting. “Saya sekarang juga tidak pernah sakit yang berat- berat, paling-paling hanya flu. Tetapi, secara umum saya suka makanan organik karena merasa safe saja,” kata Meity.

Soal harga yang bisa 3-4 kali lebih mahal dibandingkan dengan harga sayuran konvensional, Meity melihat itu sebagai harga yang wajar dibayar. Kata Meity, “Daripada beli obat? Ke dokter (kalau sakit), sudah badan kita tersiksa, keluar uang banyak, badan kita kemasukan masih bahan-bahan kimia juga.”

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Makan Makanan Organik supaya Sehat