Bisnis Melilea

May 9, 2008

Bisnis melilea

Bisnis Melilea bergerak dalam bidang makanan organik

Saat ini orang menyadari adanya peningkatan jumlah dan jenis makanan organik yang tersedia di pusat-pusat perbelanjaan bahan makanan. Salah satu jenis makanan sehat yang disebut sebagai makanan organik telah menyebar luas dari sangat eksklusif dan jarang menjadi mudah ditemui di pasaran.

Mungkin timbul pertanyaan dalam dirimu apa sih makanan organik? Apakah itu makanan yang sehat? Apakah aman untuk dikonsumsi? Apakah mereka cukup memberi keuntungan dengan uang tambahan yang kita keluarkan dengan harga yang relatif mahal dibanding makanan biasa? Lalu bagaimanakah rasanya?

Makanan organik adalah sejenis makanan yang saat masa pertumbuhannya tidak menggunakan bahan-bahan seperti: pestisida, herbisida, antibiotik, bioengineering, hormon, radiasi ionisasi, dan bahan penyubur tanaman yang terbuat dari kandungan sintetis. Makanan organik yang berasal dari hewan seperti daging merah, telur, dan makanan tanpa lemak adalah makanan yang berasal dari hewan yang bahan makanannya 100 persen makanan organik. Tidak pernah disuntik antibiotik atau makanan penyubur dan dibiarkan tumbuh normal dan bisa berhubungan dengan lingkungan luar.

Jika sebuah produk berlabel organik, hal ini berarti pemerintah telah memberi sertifikat setelah melakukan tinjauan pada lahan pertanian tempat produk diproduksi. Para petani yang memproduksi makanan organik menggunakan sumber-sumber yang terdaur ulang yang menjaga kesuburan tanah dan ketersediaan air untuk generasi mendatang.

Makanan organik pun ada berbagai macam:
– Berlabel ”100 persen organik”, makanan yang mengandung seluruh bahan organik.
– Berlabel ”Organik”, makanan yang paling tidak mengandung 95 persen kandungan organik.
– Berlabel ”Terbuat dari bahan organik”, biasanya terdiri atas 70 persen bahan-bahan organik.

Istilah lain yang sering kita dengar berhubungan dengan makanan alami atau organik adalah sustainable (berkelanjutan). Istilah ini mendorong konsumsi makanan lokal yang proses perkembangannya secara tradisional yang ada di dekat kita dengan teknik yang tidak merusak lingkungan, berdasarkan musim dan menjaga lahan agrikultural. Makanan organik dan sustainable tak selamanya memiliki arti sama. Sebagai contoh, tomat organik mungkin saja tak termasuk makanan sustainable jika didatangkan dari luar negeri ke Indonesia dengan menggunakan kapal laut. Dan, di sisi lain, bahan makanan yang berasal dari lokal dan diolah dengan sustainable belum tentu ditumbuhkembangkan secara organik.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
http://melilea-organik.com

Makan Organik …

September 11, 2007

Makan Siang di Kafe Organik

Makan makanan organik kini banyak yang cari dan peminatnya. Makan makanan organik dapat menjaga kesehatan. Makan makanan organik di kafe organik emang mengasyikkan. Makan makanan organik kini jadi tren. Secara makan makanan organik selain aman dan menyehatkan juga dapat di jadikan pengobatan alami. Makan makanan organik dapat dijadikan cara diet yang sehat.

JIKA Anda kebetulan singgah di kota New York, sempatkanlah belanja oleh-oleh camilan (snacks) organik dan bebas unsur transgenik di Whole Foods Market (kafe organik) di mal The Shops yang terletak di Columbus Circle.

Anda juga dapat sarapan, makan-makan siang organik, atau makan -makan malam organik di kafe yang organik. Anda tinggal pilih sendiri sup, salad, roti, atau lainnya, lalu timbang di kasir. Agak mahal memang, per ounce 6,75 dollar AS, tapi dijamin buah dan sayur yang menjadi bahan bakunya dari tanaman organik dan nontransgenik. Daging pun dari ternak yand ada pun dijamin organik yang dipelihara secara alami dan tidak diberi pakan kedelai atau jagung transgenik.

SIANG itu saya sempatkan makan-makan siang organik di kafe Whole Foods Market (di kafe organik) bersama Stephanie Vondras, seorang sahabat yang pernah tinggal beberapa tahun di Jakarta dan sempat mengajar saya di Aminef perihal bagaimana berurusan dengan bank di Amerika. Saya jadi teringat dengan buku berjudul Dinner at the New Gene Café: How Genetic Engineering is Changing What We Eat, How We Live, and the Global Politics of Food (2002) yang ditulis wartawan Bill Lambrecht yang pernah saya temukan di Toko Buku QB, Jalan Sunda, Jakarta.

Makan-makan di Whole Foods Market (makan-makan di kafe organik) justru sama sekali bertolak belakang dengan makan di “New Gene Café” yang dikiaskan Lambrecht. Sebagai wartawan, Lambrecht prihatin dengan ketidakberdayaan masyarakat Amerika dalam memilih makanan karena Pemerintah AS tidak mewajibkan pelabelan makanan dari organisme dimodifikasi secara genetik (genetically modified organism/ GMO) dalam kemasan makanan hasil proses. Padahal menurut pengakuan Gene Grabowski, Wakil Presiden Grocery Manufacturers of America (GMA) kepada Lambrecht, 70 persen makanan olahan di Amerika mungkin telah mengandung unsur GMO.

“Orang-orang Amerika Utara tak menyadari betapa dalam teknologi ini telah masuk ke dalam lemari makan-makan mereka. Pengujian yang dilakukan kelompok-kelompok konsumen menunjukkan makanan dengan DNA yang sudah diutak-atik ini ada dalam sereal sarapan, chip jagung dan tortilla, minuman diet, burger kedelai, susu cokelat bubuk, dan kulit taco. Diet GMO itu sudah dimulai untuk konsumsi bayi karena setidaknya ada dalam tiga jenis makanan bayi,” tulis Lambrecht dalam bukunya itu.

Adakah kemunculan supermarket makan-makan makanan organik seperti Whole Foods Market merupakan perlawanan terhadap membanjirnya makan makanan GMO atau transgenik?

Sangat mungkin karena sejak pertama kali dibuka di sebuah toko kecil di Austin, Texas, pada tahun 1980, Whole Foods Market (kafe makanan organik) kini menjadi pengecer makanan alami dan organik terbesar di dunia dengan 167 toko di AS, Kanada, dan Inggris.

Menurut Jean Vondras, ibu Stephanie yang kini tinggal bergantian di Denver, Colorado, maupun Phoenix, Arizona, toko grocery semacam Whole Foods Market jumlahnya makin banyak di Amerika, termasuk tak jauh dari kedua rumahnya.

DALAM situs wholefoods.com kita dapat menjumpai penjelasan soal makanan GMO. Tertulis di dalamnya, “Whole Foods Market (kafe makan makanan organik) menyediakan pilihan bagi konsumen yang lebih suka makan makanan organik yang tidak berasal dari biji-biji yang direkayasa secara genetik (genetically engineered/GE).

Rekayasa genetika atau bioteknologi adalah seperangkat teknik ilmiah yang dipakai untuk mengubah komposisi genetik sel-sel hidup, yang menghasilkan organisme-organisme baru dengan sifat-sifat yang tidak sama dengan yang terdapat di alam atau yang diperoleh lewat teknik-teknik pemuliaan tanaman tradisional.

Menggunakan rekayasa genetika, para ilmuwan dapat memanipulasi dan memasukkan gen dari spesies lain (virus, hewan, atau tanaman) ke dalam tanaman, menghasilkan tanaman GE yang juga dikenal sebagai GMO. Pada tahun 2004, jagung, kedelai, tomat, kentang, beras, pepaya, jagung, canola, kentang manis, dan biji beet penghasil gula GE ditanam para petani Amerika dan dijual untuk konsumsi manusia.”

Masih menurut situs Whole Foods Market, perekayasaan secara genetis bahan makan-makanan telah menimbulkan isu yang kompleks dan sulit. Banyak ahli (yang pro-GMO) yakin bahwa ada potensi tak terbatas dalam bioteknologi pertanian dapat untuk mengurangi penggunaan pestisida, mengurangi kelaparan, dan menghasilkan makan makanan yang lebih bergizi. Namun, sebagian ahli lain masih dibutuhkan waktu lebih banyak sebelum GMO dipasarkan karena analisis manfaat/risiko yang akurat belum cukup tersedia, sementara sistem regulasi dari pemerintah juga amat tak memadai. Dibutuhkan riset mendalam yang netral dan tidak ada konflik kepentingan dengan pihak industri bioteknologi.

Apa saja risiko potensial GMO?

Di antaranya adalah alergi dan adanya gen kebal antibiotik. Bagi lingkungan GMO dikhawatirkan dapat memacu berkembangnya serangga dan gulma yang makin ganas. Selain itu, sudah terbukti terjadi penekanan terhadap keanekaragaman hayati di alam.

Belum lagi alasan ekonomi, yaitu terjadinya monopoli biji oleh perusahaan-perusahaan multinasional, seperti Monsanto, yang akhirnya membuat pertanian di negara sedang berkembang amat bergantung pada ekonomi kapitalisme. Monsanto, yang coba masuk ke Indonesia lewat tanaman kapas transgenik Bt (mengandung gen racun bakteri Bacillus thuringiensis yang dapat mematikan jenis serangga tertentu) di Sulawesi Selatan, terbukti gagal dan malah meninggalkan skandal penyuapan miliaran rupiah terhadap para pejabat. Padahal sebenarnya kapas (yang tidak untuk dimakan) hanyalah pembuka jalan untuk produk Monsanto yang lain, yaitu kedelai dan jagung, yang konon kini sedang diuji di lapangan.

WHOLE Foods Market sendiri dalam jepitan kontroversi GMO ini akhirnya bersikap netral. Ia memasarkan produk- produk dengan label “Made with NO Genetically Engineered Ingredients (GEI)” seperti tortilla chips jagung produksi Garden of Eating’ (lihat foto), tetapi Whole Foods Market sendiri tidak melakukan pelabelan bebas GMO. Mengapa? “Meskipun beberapa perusahaan telah memilih untuk melabel produk mereka sebagai ’GMO- Free’, Whole Foods Market yakin bahwa melabel produk-produk di toko-toko kami akan misleading bagi konsumen kami. Alasan kami karena di alam terjadi kontaminasi serbuk sari dari tanaman GMO ke tanaman non-GMO, baik dibawa oleh angin ataupun oleh serangga, sehingga di AS kini sangat sedikit makan makanan yang benar-benar GE-free atau GMO-free,” demikian penjelasan situs itu.

Tak urung di toko seperti Whole Foods Market kita tak dapat menjumpai merek-merek chips atau snack yang kemungkinan besar mengandung jagung GMO seperti Doritos. Juga tak ada Diet Coke. Menurut pengakuan Bruce Simon, Associate Store Team Leader Whole Foods Market, “Di toko kami ada banyak produk yang masuk dalam daftar negatif, termasuk Coca-Cola Diet yang mengandung pemanis buatan dari bahan GMO.”

Perusahaan makan-makanan Hain Celestial, yang di antaranya memproduksi snack bermerek Garden of Eatin’, ternyata masih punya puluhan merek lain di dalam grupnya, beberapa di antaranya secara tegas menyatakan GEI Free, seperti merek Earth’s Best Organic, Bearitos, dan Hain Pure Snax. Bahkan Earth’s Best dalam situsnya mendeklarasikan sejak 1 Januari 2001 merupakan makanan bayi organik pertama yang tak mengandung GEI dan mereka berani memasang label.

Tidak seperti Whole Foods Market yang cenderung konformis, perusahaan Hain Celestial bersikap lebih tegas, “Kami percaya orangtua dan konsumen memiliki hak atas informasi, karenanya kami memasang label bahwa produk-produk kami tak mengandung GEI. Menurut majalah Time bulan Januari 1999, lebih dari 80 persen konsumen ingin melihat makanan ber-GMO dilabel.”

Menarik mengamati perkembangan dialektika soal transgenik di Amerika. Jika Gene Grabowski dalam kalimat pertama di buku Dinner at New Gene Café menyatakan bahwa makanan GMO adalah bagian dari kehidupan Amerika, ternyata di negeri adidaya itu mulai terjadi perlawanan. Mungkin masih dalam skala kecil, tetapi tak mustahil gaungnya akan membesar. Ini tak lepas dari ulah arogan dan serakah yang dibuat oleh perusahaan raksasa seperti Monsanto yang menimbulkan kemuakan di dalam maupun luar negeri. Tak terkecuali di Indonesia. (Irwan Julianto)

Makan-makan makanan organik banyak manfaatnya. Makan-makan makanan organik sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Silakan anda mencoba makan-makan dengan makanan organik.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Pertanian Organik meningkat Tajam

Naik Tajam, Permintaan Hasil Pertanian Organik
Terutama Sayuran, Beras, Buah, Rempah, Kopi, dan Teh
Naik Tajam, Permintaan Hasil Pertanian-pertanian

BANDUNG, (PR).-
Permintaan atas produk-produk pertanian organik (tanpa menggunakan bahan-bahan kimia) melonjak selama beberapa bulan terakhir.

SEMAKIN tingginya minat masyarakat mengonsumsi produk-produk pertanian organik (tanpa penggunaan bahan kimia), membuat pelaku agrobisnis pertanian organik Jabar kewalahan memenuhi pesanan pasar. Salah satu pusat promosi produk pertanian organik di Bandung dilakukan di sebuah rumah makan di kawasan Gasibu, Rabu (2/3).* KODAR SOLIHAT/”PR”

Demikian dikatakan beberapa pelaku usaha pertanian organik Jabar, di Bandung, Rabu (2/3). Produk-produk pertanian organik yang permintaannya sedang tinggi adalah sayuran, beras, buah-buahan, rempah-rempah, kopi, dan teh. Tingginya permintaan produk-produk itu, terutama dari kota besar Jakarta dan Bandung, umumnya dari pasar modern atau pasar swalayan.

Pemilik Emha Farm Bandung, Memet Hakim, menyebutkan, kini sering kehabisan stok sayuran organik untuk memenuhi permintaan pasar swalayan yang saling berebut suplai. Keadaannya berbalik dibandingkan beberapa waktu lalu, di mana pasar swalayan “enggan” menampung produk pertanian ini.

“Tampaknya, masyarakat konsumen semakin sadar dan selektif atas segi kualitas kesehatan produk pertanian. Mereka kini lebih suka mengonsumsi produk alami ketimbang yang menggunakan bahan kimia (an-organik),” kata Memet Hakim.

Keterangan senada dilontarkan pelaku usaha pertanian padi ini asal Bandung, Wishnu Wiryawan. Semakin tingginya minat konsumen atas produk pertanian organik, dapat dihitung dari bertambahnya areal penanaman padi organik yang dikelolanya. Dua tahun lalu menyewa lahan, kini mengelola 40 hektare sawah di Cianjur dan Sumedang.

“Setiap musim panen, permintaan rata-rata 400 ton beras organik namun baru terpenuhi 120 ton. Tampaknya, tren gaya hidup internasional, yang semakin membutuhkan produk konsumsi pangan organik, semakin diminati masyarakat kota besar,” katanya.

Aspaindo dibentuk

Untuk mengoptimalkan agrobisnis produk pertanian ini, telah terbentuk Asosiasi Pelaku Agrobisnis Organik Indonesia (Aspaindo Organik). Walau dibentuk di Jabar, mereka menjadi lembaga resmi yang mengatur agrobisnis pertanian organik nasional.

Ketua Aspaindo, Moch. Atamimi, senada dengan Sekjen Yoga Udayana, menyebutkan, peran organisasi di antaranya membangun kepercayaan publik atas keaslian dan legalitas kualitas produk pertanian ini. Karena selama ini agrobisnis pertanian organik masih berjalan sendiri-sendiri, harus ada standar resmi kelayakan kualitas produknya.

Aspaindo kini tengah mendorong pemasaran sebanyak enam produk pertanian organik, yaitu beras, sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, kopi, dan teh, di mana seorang pengusaha di Bandung siap menampung sekaligus memasarkan. Sedang disusun pula, berbagai divisi yang menangani produk pertanian organik lainnya, mulai subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280

Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

BERAS ORGANIK

September 6, 2007

APA ITU BERAS ORGANIK

Beras organik adalah beras yang ditanam di tanah yang ramah lingkungan, 100% tidak menggunakan pestisida kimia. Perlu waktu lama untuk menghasilkan beras organic yang betul-betul murni. Kenapa ? karena untuk mengembalikan ekosistem tanah yang sudah lama terkontaminasi oleh pestisida tidaklah mudah dan cepat, perlu waktu lama, idealnya 5 sampai dengan 15 tahun. Selain harus mengembalikan ekosistem tanah, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar menghasilkan beras organic yang berkualitas, diantaranya adalah :

1. Lokasi lahan harus jauh dari polusi, misalnya : asap knalpot motor, limbah pabrik dll.
2. Sistem pengairan harus baik, tidak boleh bercampur dengan lahan pertanian yang belum organic (masih menggunakan pestisida).
3. Countur tanah Terasiring.
4. Lahan-lahan pertanian yang berada di sekitarnya tidak boleh menggunakan pestisida.

MENGAPA HARUS ORGANIK.
Ada delapan alasan mengapa harus mengkonsumsi pangan organis :

1. Untuk menjadi sehat minimal kita dapat mulai dengan apa yang kita makan sehari-hari. Karena nasi (beras) adalah 60% s/d 70% dari total yang kita makan setiap hari , jadi nasi ( beras ) sangatlah berpengaruh bagi kesehatan kita. Bayangkan berapa milli gram unsur kimia yang masuk dalam tubuh kita setiap hari .?????

2. Berhenti mengkonsumsi bahan-bahan kimia.
Semua panganan yang dibudidaya secara konvensional (menggunakan pestisida sintetis/kimia) mengandung residu bahan-bahan kimia. Semua jenis pestisida merupakan bahan Karsinogenic (Zat yang ditimbulkan karena pembakaran yang bisa merangsang tumbuhnya kanker).

3. Melindungi Anak.
Anak-anak mudah terserang racun daripada orang dewasa. Sebuah penelitian dilakukan pada tahun 1980-an menyimpulkan bahwa rata-rata anak-anak terkena bahan beracun penyebab kanker empat kali lebih banyak dari pada orang dewasa, dimana sebagian berasal dari jenis-jenis makanan anak-anak yang mereka makan. Memilih makanan memiliki sebuah efek penting bagi kesehatan anak di masa depan.

4. Melindungi kualitas air, udara dan tanah.
Mengkonsumsi pangan organis berarti kita ikut serta dalam pemulihan ekosistem yang telah rusak serta berperan serta secara aktif menjaga keseimbangan alam. Ada beberapa racun-racun POP (Persistent Org Pollutant) yang perlu diwaspadai akibat dari pemakaian pestisida sintetis/kimia selain DDT yang terdapat dalam tanah, udara dan air, diantaranya adalah : aldrin, chlordane, dieldrin, endrin, heptachlor, mirex, toxaphenyl, hexachlorobenzene, PCB (polychlorinated biphenyls), dioxin, furans.

5. Melindungi Kesehatan Pekerja Pertanian.
Dengan mengkonsumsi produk organis berarti turut membantu perjuangan mereka bagi sebuah lingkungan kerja yang sehat.
Contoh kasus :
a. 18 Penduduk transmigrasi di Lampung Utara meninggal akibat racun tikus, TBC atau kanker saluran pernafasan.
b. 12 orang petani di klaten meninggal dunia akibat racun DDT.

6. Mendukung Petani-petani Lokal Bersakala Kecil.
Membantu komunitas kita untuk mencapai ketahanan pangan.

7. Produk Organis Sebenarnya Tidak Mahal.
Banyak biaya tersembunyi jika kita membeli produk-produk yang diproduksi secara konvensional. Harga rendah pangan-pangan konvensional menandakan bahwa para pekerja pertanian tidak menerima upah yang adil.
Seorang ibu berkomentar setelah mengkonsumsi pangan organis, diantaranya adalah : “semenjak makan beras organis, keluhan rasa sakit mulai berkurang. Jadi kami bias menghemat uang untuk ke Dokter dan berobat dan suami dapat bekerja seperti biasa”. “Produk organis lebih tahan lama, tidak cepat basi, begitupun berasnya, beras organis tidak cepat bau apek, sehingga saya dapat menyimpan sayuran organis dan berasnya lebih lama. Ini kan dapat menghemat uang belanja!”.

8. Rasa Pangan organis Lebih Baik.
Menurut orang yang terbiasa mengkonsumsi pangan organis, terasa lebih manis dan renyah, dan
kesegarannya juga lebih beraroma wangi, empuk, dan lebih awet.

BAGAIMANA CIRI-CIRI BERAS SEMI ORGANIC YANG BERKUALITAS.
Beras SEMI ORGANIC adalah beras yang di tanam dengan Cara Organik tetapi lahan yang di pakai belum organik atau belum di pakai tanam organik sampai 5 Tahun.
Ada beberapa ciri-ciri dari beras Organic yang berkualitas, diantaranya adalah

1. Beras tidak berbau.
2. Bersih, licin, putih dan beraroma wangi.
3. Rasanya gurih.
4. Tidak cepat basi dalam 48 jam.
5. Kualitas lebih baik dari beras import lainnya.
6. Bila di kusumsi akan cepat kenyang.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Makanan Penyembuh yang Alami

September 5, 2007

Makanan Penyembuh yang Alami

Salam Organik!

Makanan Penyembuh-penyembuh organik kini banyak bermunculan. Terutama makanan yang digunakan untuk pengobatan. Makanan organik adalah makanan yang aman untuk penyembuhan-penyembuhan penyakit dalam tubuh.

Saat ini banyak penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh tubuh kita sendiri dari penyakit ringan sampai ke penyakit kronis. Karena tubuh kita sendiri tanpa kita sadari sebenarnya sudah tercemar racun dari makanan yang kita konsumsi sehari – hari dan racun itu berkumpul dan menumpuk didalam tubuh.

Racun racun ini berasal dari pemakaian pestisida, polusi udara, bahan pengawet, pewarna tiruan pemakaian obat obatan kimia dan lain sebagainya. Penyakit akibat penumpukan toxin

Nah, bagaimana tubuh kita bisa menyembuhkan penyakit, jika tubuh kita sendiri tidak sehat? benar tidak? 🙂

Tumbuhan Organic yaitu tumbuhan dari awal proses penanaman sampai proses packagingnya tidak menggunakan bahan kimia (100% organik). Dengan campuran beberapa khasiat tumbuhan dapat melakukan detox (mengeluarkan racun dari dalam tubuh kita) dengan proses alami.(Detailsnya cara penanaman organik) nah yang terlihat di photo – photo di blog ini itu bukan gambar usus kita yang keluar ya..? itu gambar dari kotoran yang menempel diusus yang telah berhasil dikeluarkan secara alami, rekan – rekan dapat melihat photo dan keterangan apa itu kotoran tersumbat.

Bagaimana pendapat para Ahli dan Nabi mengenai Puasa dan Usus bisa dilihat di blog ini, jadi penting sekali kita berpuasa dan membersihkan usus.

Bagi Rekan – rekan yang ingin sehat, kami sarankan mengkonsumsi makanan Organic, terutama bagi rekan-rekan yang ingin mengurangi / menambah berat badan, atau penderita penyakit kulit dari jerawat, flex di wajah, mau tampak lebih muda, atau ada teman atau keluarga yang sedang menderita penyakit ringan atau kronis.(aturan pakai)

Makanan organik dapat dijadikan makanan penyembuh. Makanan penyembuh ini yang banyak dicari adalah makanan tanpa efek samping. Makanan penyembuh dapat menyembuhkan penyakit karena makanan penyembuh organik memperlancar metabolisme tubuh. Makanan penyembuh organik juga menyeimbangkan makro dan mikro dalam tubuh kita. Penyembuh-penyembuh secara alami melalui tubuh kita sendiri. Penyembuhan pada diri sendiri dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup kita. Penyembuhan-penyembuhan perlu dilakukan secara bertahap dan pada prosesnya. Penyembuh-penyembuh alami dengan organik sangatlah bermanfaat. Penyembuh-penyembuh secara alami sangat aman untuk orang yang sedang menjalani pengobatan ataupun terapi. Makanan penyembuh-penyembuh penyakit ini menghilangkan penyakit dengan cara mengubah hidupnya pada pola hidup sehat, Jadi. dirinya sendiri yang melakukan penyembuh-penyembuhan penyakitnya..

Saya cerita sedikit mengenai penderita Diabetes, di bulan maret 2007 datang Bp Tarman [karyawan pulau seribu], cerita bahwa istrinya di rumah sakit, harus diamputasi karena Diabetes. dan setelah dicoba menggunakan Green field organic, luka istrinya sudah sembuh mongering dan walaupun sudah agak terlambat karena dokter sudah mengamputasi sedikit bagian yang sudah membusuk di jempol kaki nya 😦 Jadi saran saya jangan terlambat.. masih banyak orang yang belum tahu dan memerlukan informasi ini.
Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Beras Organik Harus Lebih Mahal

Mentan, “Memberikan Penghasilan Lebih Baik Bagi Petani”

CIANJUR, (PR).-

Menteri Pertanian mengharapkan harga beras-beras yang berasal dari tanaman padi organik diberikan harga premium agar merangsang para petani mengembangkan tanaman yang ramah lingkungan. “Harganya harus lebih mahal karena termasuk kualitas premium,” ujar Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, dalam Panen Bersama Padi dengan metode Sistem of Rice Intensification (SRI) di Desa Bobojong, Kec. Mande, Kab. Cianjur, Senin (30/7).

Panen bersama itu juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menteri Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali, dan Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar.

Anton mengharapkan, harga premium yang bisa diberikan untuk beras-beras organik dipatok pada Rp 10.000,00/kilogram atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga kualitas medium yang mencapai Rp 4.600,00 – 5.000,00 per kg. “Swalayan sudah banyak yang menawarkan menjual beras-beras organik,” katanya.

Menurut Anton, dengan harga beras-beras organik yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras anorganik diharapkan mampu memberikan tingkat penghasilan yang lebih baik bagi para petani. Sehingga, minat petani dalam mengembangkan jenis tanaman padi itu dapat lebih tinggi.

Apalagi, selama ini telah beredar anggapan yang menyatakan bahwa masyarakat akan memperoleh beras yang lebih sehat jika mengonsumsi beras organik. Bahkan, Mentan mengimbau produksi beras-beras organik yang salah satunya dihasilkan menggunakan metode SRI dapat diupayakan untuk tujuan ekspor.

Untuk itu, Departemen Pertanian (Deptan) saat ini terus berusaha mencari sejumlah eksportir yang mau memberikan harga beras-beras organik lebih tinggi. “Kalau itu bisa dilakukan, beras organik ini bisa berkembang,” katanya.

Untuk mendukung peningkatan harga beras-beras premium, Anton mengungkapkan Deptan akan menyusun sebuah standar sertifikasi untuk produk-produk pertanian dari bahan-bahan organik dan anorganik.

“Sertifikat sebenarnya sudah dimulai dan bukan hanya terbatas pada organik dan anorganik. Namun terus terang, semua itu belum bisa secara luas diberikan karena jumlah petani di Indonesia sangat besar,” kata Anton. Ia menambahkan, Deptan juga akan memberikan fasilitas kepada perusahaan atau lembaga-lembaga yang akan meminta sertifikat dari produk beras-beras yang diklaim berasal dari padi organik.

Hemat air

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung penuh rencana pengembangan 10 ribu hektare lahan padi System of Rice Intensification (SRI) organik oleh Medco Foundation. “Padi SRI organik ini adalah contoh nyata dari pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan sehingga harus diterapkan seluas-luasnya,” kata Presiden.

Dari sisi ketersediaan air, misalnya, Presiden menjelaskan padi SRI organik terbukti hemat air. “Metode ini telah menjadi solusi dari bercocok tanam yang hemat air dengan produktivitas tetap berlimpah,” sambung Presiden. Lebih dari itu padi SRI organik tidak memerlukan pupuk nonorganik sehingga dapat membantu ikhtiar kita untuk menghemat gas yang selama ini diperlukan untuk pembuatan pupuk.

Juga penting untuk dicatat bahwa metode penanaman SRI ini dapat membuka solusi untuk mengatasi problem sampah di kota karena bahan organik dari sampah dapat digunakan sebagai kompos yang bermanfaat untuk budi daya padi SRI organik. “Mari kita kembangkan padi SRI organik seluas-luasnya,” kata Presiden.

Pendiri Medco Foundation, Arifin Panigoro, dalam kesempatan yang sama mengutarakan rencananya untuk mengembangkan 10.000 ha lahan padi SRI organik di Indonesia. “Kegiatan ini merupakan komitmen kami terhadap pengembangan alternatif solusi swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Arifin.

Optimisme Arifin antara lain berangkat dari tingkat produktivitas padi SRI organik yang mencapai kisaran 10 – 12 ton per hektare. Berangkat dari kalkulasi itu, Arifin memperkirakan dibutuhkan hingga 400 ribu hektare lahan padi SRI organik untuk menutupi defisit produksi beras nasional yang mencapai 2 juta ton per tahunnya. “Perlu kerja keras dan kerja sama antarmasyarakat madani (civil society) dengan dukungan pemerintah agar cita-cita membangun 400 ribu hektare lahan padi SRI organik tersebut dapat terwujud,” kata Arifin.

Sebagai tindak lanjut, Arifin menggandeng BRI, Bank Agro, dan Bank Saudara untuk terlibat dalam tahap pertama berupa projek pengembangan 10.000 ha lahan padi SRI organik. Besaran dana yang diperlukan mencapai Rp 100 miliar. “Di antaranya untuk melatih para petani agar paham bercocok tanam metode SRI organik hingga akses ke pasar,” sambungnya.

Panen di Desa Bobojong merupakan tahap awal dari lahan percontohan penanaman padi ramah lingkungan oleh Medco Foundation. Untuk melaksanakan kegiatan ini Medco Foundation bekerja sama dengan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) pimpinan sesepuh Jawa Barat, Solihin G.P., dan Yayasan Aliksa Organik SRI. (A-80)***

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Mendorong Pengembangan Produk Organik

Mendorong Pengembangan Produk Organik. Produk pangan yang ditanam dengan sistem organik saat ini mulai banyak dijumpai di pasaran, meski jumlahnya masih sedikit dibanding produk nonorganik. Menanggapi ini, Bali Organic Association (BOA) mengupayakan untuk mengembangkan produk pertanian organik sebagai produk hilir.

“Jika sekarang petani mulai menggunakan sistem pertanian organik, tinggal mengajak mereka lebih kreatif dengan mengolah apa yang mereka tanam. Dengan pola pengembangan di bagian hilir ini, diharapkan pendapatan petani bisa lebih baik,” kata Ketua BOA, Dr Ni Luh Kartini, dalam peluncuran produk olahan pertanian di Denpasar, Senin (15/5).

BOA merintis sistem pertanian organik sejak 1997. Dengan merangkul petani di beberapa daerah seperti Nusa Penida di Klungkung, Pemuteran di Tabanan, dan Pelaga di Badung, sekarang berkembang penanaman padi, palawija, sayur-sayuran, jambu mete dan buah-buahan tanpa pupuk kimia. Penjualan hasil tanaman itu, diakui Kartini, masih terkendala oleh kurangnya promosi dan kontinuitas produk.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup petani, saat ini BOA bekerjasama dengan petani melalui penyuluhan dan pendampingan tentang pemanfaatan hasil pertanian.

Sekarang selain menjual hasil tanaman berupa padi dan sayuran, petani mulai diajak mengembangkan sirup dari alang-alang, secang, ubi ungu dan beberapa macam buah. Selain itu mereka juga mengembangkan penganan seperti keripik dari buah nangka. Kesemuanya ditanam dengan sistem organik.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Organik Bintang 5

July 4, 2007

Organik Bintang 5

Organik Bintang 5

Pertanian organic memerlukan ladang yang bebas polusi. Sebelum ditanami, tanah harus dikosongkan selama 2 – 7 tahun; tanpa pencemaran dalam radius 30 km dari ladang penanaman, serta pencegahan dari orang banyak dan dari mobil yang keluar masuk ladang penanaman (kecepatan mobil yang diperbolehkan hanya 8 km/jam). Pemakaian zat-zat racun dan zat-zat kimia pertanian dilarang sama sekali. Tahapan-tahapan berikutnya seperti menanam, menuai, memproses dan mengemas diawasi secara ketat untuk menghindari kontaminasi bahan-bahan kimia seperti pewarna dan perasa buatan, bahan pengawet dan penstabil, serta zat-zat tambahan lainnya. Semua hal ini menjadikan GFO dianugerahkan penilaian lima bintang oleh “Organic United Nations Friendship Association (OUNFA)”Melilea GFO telah dijamin halal oleh “Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA)”.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com