Makanan Oganik dengan 6 Mitosnya

TREN mengonsumsi makanan organik memang mulai meningkat seiring dengan kesadaran akan betapa pentingnya faktor makanan bagi kesehatan. Sebagian masyarakat bahkan rela mengeluarkan bujet lebih besar demi mendapatkan buah-buahan atau sayuran organik yang di Tanah Air relatif masih terbilang lebih mahal ketimbang jenis biasa.

Mengonsumsi makanan organik secara konsisten diyakini dapat menjadi upaya mempetahankan diri dari ancaman beragam penyakit. Makanan organik dinilai sehat karena pada saat proses penanaman sampai panen tidak mengalami proses kimiawi atau menggunakan bahan sintetik, seperti pestisida, herbisida, pupuk dengan kandungan kimia, penyuntikan hormon atau antibiotik, serta prosesnya tanpa radiasi ionisasi maupun pemodifikasian genetik. Karena itu, proses yang natural tersebut aman untuk dikonsumsi oleh tubuh.

Makanan Organik meskipun menyehatkan, sebenarnya tak semua makanan organik menguntungkan. Ada beberapa mitos seputar makanan organik yang harus diluruskan. Dengan memahaminya, Anda dapat menggunakan makanan organik dengan tepat.

1. Organik selalu aman dan baik bagi lingkungan?.
Organik memang ditanam di tanah yang tidak terkontaminasi kandungan kimia atau disiram dengan pestisida dan jenis zat kimia lain seperti halnya lahan pertanian biasa. Namun begitu, sejak lahan pertanian organik hanya memproduksi setengah dari produksi pertania konvensional. Penanaman organik menjad memboroskann lahan dalam penanaman buah da sayuran.

Dennis Avery dari Hudson Institute’s Center for Global Food Issues memperkirakan pertanian sistem modern menghemat hingga 15 juta meter persegi pembukaan hutan dan habitat binatang liar. Jika seluruh dunia harus memilih penanaman organik, kita harus mengorbankan hutan hingga 10 juta mil persegi hutan.

2. Organik lebih banyak mengandung nutrisi?
Berbagai studi mengenai makanan organik selalu tidak konsisten. Ada yang menyebut kandungan vitamin C dalam tomat organik lebih baik ketimbang tomat biasa; ada juga yang menemukan kadar anti-kanker flavonoids pada jagun dan strawberri organik. Namun riset lainnya menyebutkan bahwa makanan organik tidak memiliki keunggulan lebih dalam hal kandungan nutrisi . Apa yang membuat perbedaan mencolok dalam hal kandungan nutrisinya adalah berapa lama ditanam dan disimpan di rak makanan. Bayam misalnya, bia kehilangan setengah dari kadar foliatenya dalam selang waktu sepekan.

3. Organik lebih enak rasanya?
Tidak ada yang bisa mengungkapkannya kecuali dalam sebuan penelitian tentang apel, di mana yang jenis organik memang lebih unggul. Untuk mendapatkan raspberries yang rasanya lebih alami atau asam-manis, Anda harus membelinya di tempat buah itu ditanam, pada musimnya dan tidak disimpan dalam jangka waktu lama. Kenyataannya, buah atau sayuran tidak akan lagi dalam kondisi terbaiknya bila sudah melewati penerbangann yang lama atau melewati proses pelapisan. Belum lagi bila harus tersimpan selama seminggu di pasar atau toko.

4. Tak perlu dicuci terlalu bersih seperti makanan biasa.
Seluruh produk organik, apakah dibeli dari toko grosir atau petani lokal di dekat rumah Anda, tetap rawan akan kontaminasi bakteri seperti E. coli. Tanah dan sumber pengairan yang terkontaminasi E. coli bisa menempel da masuk dalam buah atau sayur. Melon, selada, tauge, tomat, sbayam, daun bawang, bisa tercemar ketik mereka tumbuh dan dekat dengan tanah. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah: Cuci semua produk dengan air yang mengalir.

5. Memakai organik = membantu petani kecil atau perusahaan ramah lingkungan?
Perusahaan-perusahaan raksasa di AS justru berbisnis di sektor organik. General Mills memiliki Cascadian Farms, Kraft berada di belakang Back to Nature dan Boca Burger. Kellogg’s memiliki Morningstar Farms, Tingginya permintaan membuat perusahaan-perusahaan ini mengimpor baha-bahan organik semurah mungkin dari negara lain. Meski nilai penjualan produk makanan organik di AS melonjak hingga $1 miliar pada tahun lalu, ironisnya hanya sekitar 16 persen saja yang ditanam di lahan lokal. Dengan CO2 yang dihasilkan dari transportasi, keramahan produk organik bagi lingkungan menjadi dipertanyakan.

6. Organik lebih sehat buat Anda?
Makanan organik tidak lagi menyehatkan bila bentuknya sudah menjadi kripik organik, soda organik atau kue organik. Gula dari tebu organik juga tetaplah gula, keripik dari kentang organik juga tetaplah digoreng.

Sumber : yanagizawa.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Advertisements

Tips Mencegah Penyakit Dalam Tubuh

BERIKUT BEBERAPA TIPS MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG KORONER

* Periksa tekanan darah secara teratur
* Tidak merokok
* Periksa apakah Anda mengidap Diabetes, dan kendalikan kadar
glukosa darah bila Anda mengidap Diabetes
* Pertahankan berat badan yang normal
* Diet rendah kolesterol dan lemak jenuh
* Olahraga secara teratur
* Kurangi dampak stres dengan cara relaksasi
* Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur

:: TIPS MENCEGAH RISIKO PENYAKIT STROKE

* Kendalikan tekanan darah
* Kurangi/pertahankan kadar kolesterol agar tetap dalam batas normal
* Olahraga secara teratur
* Hindari kegemukan
* Tidak merokok
* Kendalikan stres
* Kendalikan diabetes dan penyakit jantung (bila ada)
* Hindari alkohol
* Batasi asupan garam
* Hindari obat-obat golongan amfetamin, kokain, dan sejenisnya
PANEL RISIKO PJK/STROKE
Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL Direk, Trigliserida,
Apo B, Lp(a), Insulin & Glukosa Puasa, Glukosa 2 Jam PP, Status Antioksidan Total, Fibrinogen, ACA (IgA, IgM, IgG), Homocystein, hsCRP
(Konsensus Nasional Pengelolaan Stroke di Indonesia
Buku Pintar Kesehatan : 365 Tips Hidup Sehat, 2003)

:: TIPS MENCEGAH PENYAKIT KELEBIHAN KOLESTEROL

* Pertahankan pola makan sehat dan seimbang dengan
Diet rendah lemak & kolesterol :

* Ganti susu cair biasa dengan skim atau susu tanpa lemak, lemak padat dengan minyak nabati cair, mentega dengan margarine
* Kurangi makan daging, telur dan produk susu
* Hindari kue-kue kering, makanan yang digoreng dan batasi makanan ringan
* Perbanyak konsumsi serat yang larut air seperti gandum, kacang-kacangan, buah-buahan
* Batasi konsumsi alkohol
* Perbanyak konsumsi ikan
* Konsumsi kedelai dan hasil olahannya (susu kedelai, tempe)
* Olahraga sesuai dengan umur dan kemampuan
* Pertahankan berat badan normal
* Tidak merokok

PANEL LEMAK

Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Lp(a)

: TIPS UNTUK MENCEGAH PENDERITA PENYAKIT HEPATITIS

* Hindari konsumsi alkohol
* Hindari obat-obatan yang dapat merusak hati, misalnya acetaminophen
* Diet sehat & seimban
– Perbanyak buah, sayur, whole grains dan protein bebas lemak
* Latihan fisik secara teratur
* Istirahat cukup
PEMERIKSAAN FUNGSI HATI
GOT, GPT, Gamma GT, Fosfatase Alkali, Bilirubin Total, Bilirubin Direk, Bilirubin Indirek, Protein Elektroforesis, Penanda Hepatitis Virus, dll

:: TIPS UNTUK MENCEGAH PENDERITA PENYAKIT OSTEOARTHRITIS

* Lakukan olahraga sesuai kebutuhan dan kemampuan
* Kendalikan berat badan
* Konsumsi makanan sehat
* Berikan kompres panas untuk mengurangi nyeri, relaksasi & melancarkan aliran darah.
* Berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit & ketegangan otot saat terjadi kekambuhan
* Pilih alas kaki yang tepat & nyaman
* Lakukan relaksasi dengan berbagai teknik
* Konsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter
* Dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari

– Gunakan alat bantu untuk mengatasi rasa nyeri

– Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan

– Sesekali rileks agar tidak terlalu letih

– Gunakan otot & sendi yang paling kuat

– Sebarkan beban pada beberapa sendi

:: TIPS UNTUK MENCEGAH PENDERITA PENYAKIT (GOUT)

* Pertahankan berat badan normal
* Diet rendah purin
Hindari konsumsi jeroan (jantung, hati, ginjal, dll), otak, kaldu, daging unggas (bebek, burung), melinjo, sarden dll
Batasi konsumsi daging, ayam, ikan (tongkol, tenggiri, bandeng, bawal), kacang-kacangan, kembang kol, bayam, kacang buncis, kacang polong, dll
* Hindari/batasi minuman yang mengandung alkohol
* Minum banyak air

PEMERIKSAAN LABORATORIUM BAGI PENDERITA GOUT

Asam Urat, Urine Rutin, Urea N, Kreatinin, Panel Lemak

:: TIPS MENCEGAH PENYAKIT GAGAL GINJAL

* Hindari minuman beralkohol
* Hati-hati dalam penggunaan obat tertentu misalnya aspirin, parasetamol, ibuprofen
* Hindari paparan logam berat dalam waktu lama misalnya timah, zat pelarut,
bahan bakar dan senyawa toksik lainnya
* Ikuti saran dokter jika Anda mengalami gangguan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal (Diabetes, Hipertensi)
PEMERIKSAAN FUNGSI GINJAL

:: TIPS MENCEGAH PENYAKIT BATU GINJAL

* Minum banyak air
* Ubah pola makan
* Batasi makanan yang kaya oksalat seperti daging, jeroan (hati, ginjal, jantung), ayam, asparagus, strawberry, coklat, bayam, dll
* Diet rendah garam
* Diet rendah protein hewani
* Batasi asupan kalsium, terutama saat perut kosong

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Urine Rutin, Urea N, Kreatinin, Asam Urat, dll

:: TIPS MENGONTROL TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)

* Konsultasi dokter
* Periksa tekanan darah secara teratur
* Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter
* Diet rendah garam
* Perbanyak asupan kalium
* Tidak merokok
* Batasi minuman beralkohol
* Pertahankan berat badan ideal
* Olahraga secara teratur
* Atasi stres

PANEL PEMERIKSAAN HIPERTENSI (Evaluasi Awal)

Hematologi Rutin, Urine Rutin, Glukosa Puasa, Glukosa 2 Jam PP, Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Urea N, Kreatinin, Asam Urat, Kalium (Serum & Urine 24 jam), Natrium (Serum & Urine 24 jam), Mikroalbumin Kualitatif, Renin (PRA)

PANEL PENGELOLAAN HIPERTENSI

Urine Rutin, Glukosa Puasa, Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL Direk, Trigliserida, Apo B, Urea N, Kreatinin, Asam Urat, Kalium, Natrium, Mikroalbumin Kualitatif

:: TIPS MENCEGAH PENYAKIT PENGEROPOSAN TULANG (OSTEOPOROSIS)

* Asupan kalsium yang cukup
* Cukup asupan vitamin D
* Berolahraga
* Hindari merokok
* Batasi alkohol
* Batasi kafein seperti kopi
* Berhati-hatilah menggunakan obat tertentu misalnya steroid, diuretik, antikonvulsan
PANEL OSTEOPOROSIS
Deoxypyridinoline & Osteocalcin atau Deoxypyridinoline & Isoenzim Alkali Fosfatase

:: TIPS MENCEGAH PENYAKIT DIABETES MELITUS

* Kontrol kebiasaan makan
* Kendalikan berat badan
* Olahraga secara teratur
* Kelola faktor risiko lain (hipertensi, kadar lemak darah, dll)
* Bagi yang berisiko tinggi : periksa glukosa darah setiap tahun
* Bagi pasien Diabetes Melitus :
Kendalikan kadar glukosa darah (dengan diet, olahraga & obat sesuai
petunjuk dokter) dan periksa secara berkala
PANEL PENGELOLAAN DIABETES MELITUS
Glukosa Puasa, Glukosa 2 Jam PP, HbA1c, Mikroalbumin (Kuantitatif), Kreatinin, Albumin/Globulin, GPT, Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL Direk, Trigliserida, Fibrinogen, Hematologi Rutin, Urine Rutin

* Hindari rokok dan tembakau
* Diet sehat & seimbang
– Perbanyak makan buah, sayur dan biji-bijian
– Batasi lemak
– Hindari alkohol
* Tetap aktif dan pertahankan berat badan
* Hindari paparan sinar matahari, terutama pada jam 10.00–15.00. Gunakan topi, payung, pakaian pelindung sinar matahari, atau sunscreen bila berada diluar ruangan
* Waspada terhadap zat karsinogenik, misalnya gas, bahan kimia, dll
* Lakukan skrining terhadap jenis kanker tertentu

Tips mencegah penyakit ini akan sangat bermanfaat jika di jalankan sesuai dengan tips di atas, dan lebih baik jika kita mencegah berbagai penyakit agar kita tidak sakit, jadi lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Sumber : asianherbal.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Penyakit Perempuan yang Terabaikan

Jakarta – Ada tiga penyakit perempuan yang cenderung tidak tertangani dengan baik oleh perempuan sehingga menjadi parah, yakni keputihan (fluor albus), overactive bladder (OAB) atau sering buang air kecil, dan kanker payudara.

Kebanyakan perempuan Indonesia kurang teredukasi dengan ketiga penyakit ini. Akibatnya, beberapa di antara mereka tidak tahu pencegahannya. Jika sudah terlanjur parah, mereka pun seringkali tidak begitu tahu tindakan apa yang tepat untuk dilakukan.

Sebenarnya ketiga penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Namun apabila sudah terlanjur, maka sebaiknya segera ditangani agar tidak makin parah.

Menurut Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K), dokter spesialis kandungan dan ginekologi FKUI/RSCM, banyak perempuan merasa malu mengutarakan penyakitnya. Beberapa malah beranggapan keputihan adalah masalah kesehatan yang wajar dan tidak perlu diobati.

Mereka tidak tahu bahwa keputihan bisa menjadi tanda awal penyakit lainnya seperti kanker leher rahim yang sangat mematikan. “Tak hanya pada wanita yang sudah menikah, mereka yang masih gadis juga berpotensi,” ujar Dwiana.

Sementara OAB, menurut Dr Siti Setiati, SpPD,K-Ger, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultasi geriatri FKUI/RSCM, seringkali tidak disadari atau dianggap remeh penderitanya. Hingga penyakit ini mengganggu aktivitas sehari-hari mereka dan menyebabkan efek fisik dan psikologis.

“Kualitas hidup pun menurun,” sahut Dr Siti yang menyarankan untuk malatih menahan buang air kecil selama 30 menit dan senam Kegel untuk mengencangkan otot-otot sekitar vagina.

Apabila keputihan dan OAB sering tidak dianggap membahayakan dan mematikan, kanker payudara sudah terkenal sebagai pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker serviks. Risiko menderita penyakit ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan pada wanita yang mulai menstruasi kurang dari 12 tahun atau menopause pada usia di atas 55 tahun.

“Mereka yang sudah dinyatakan sembuh, bukan berarti terbebas dari sel kanker selamanya,” Dr dr Noorwati Sutandyo, SpPd, KHOM, spesialis hematologi dan onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais menjelaskan.

Sumber : http://www.infogue.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

4 Tabiat Buruk Pengundang Penyakit

SAKIT  adalah kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Selain harus bolak-balik ke dokter, segala aktivitas Anda pun bakal terganggu untuk beberapa waktu.Sebagian besar penyakit memang disebabkan karena gaya hidup dan pola makan yang tidak benar. Tapi tahukah Anda? Bahwa beberapa peyakit yang menyebabkan tubuh Anda sakit ternyata berkaitan erat dengan kondisi emosi Anda yang tidak stabil, pikiran yang selalu negatif serta kepribadian “buruk” yang Anda miliki, itu termasuk tabiat buruk pengundang penyakit.

Nah, jika Anda sekarang merasa memiliki ‘satu‘ kepribadian buruk yang masih ‘terpelihara‘, mungkin memang sekaranglah waktunya bagi Anda untuk menjadi pribadi yang menyenangkan sekaligus memiliki tubuh yang sehat dan fit. agar terhindar dari tabiat buruk pengundang penyakit dalam tubuh.

Ingin tahu, sifat negatif apa saja yang dapat membuat tubuh Anda tidak sehat?

4 tabiat buruk pengundang penyakit dalam tubuh :

1. Pembosan “berat” = sakit kepala, arthritis, asma dan jantung
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara kebosanan dan sakit kepala yang Anda alami. Sekarang tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah hari-hari Anda selama ini terlihat monoton dan Anda hanya melakukan aktifitas yang itu-itu saja setiap hari? Jika ya, kemungkinan Anda akan mudah terserang penyakit Arthritis, asma, atau penyakit jantung.

Alasannya adalah rasa bosan pada diri Anda dapat melahirkan emosi negatif pada tubuh, sehingga dengan mudah meningkatkan stres dan memperlemah sistim kekebalan tubuh sehingga Anda akan dengan mudah diserang berbagai penyakit. Tidak hanya itu, kebosanan juga dapat mempengaruhi kebiasaan makan Anda. Apakah masih teringat bagaimana Anda menghabiskan begitu banyak cemilan manis atau asin saat menunggu seseorang?

2. Rasa cemas dan panik berlebihan = gangguan lambung
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Douglas Drossman, seorang dosen kedokteran dari University of North Carolina, ditemukan bahwa perempuan yang memiliki rasa cemas yang berlebihan pada hal-hal kecil sekalipun akan dengan mudah terserang gangguan pada lambungnya.

3. Tidak sabaran dan emosional = penyakit jantung dan stroke
Anda gampang gusar jika ada hal-hal kecil yang menganggu? Atau Anda gampang naik pitam saat seseorang membuat kesalahan di depan Anda? Jika jawaban untuk semua pertanyaan di atas ya, maka berhati-hatilah. Rasa marah serta ketidaksabaran ternyata dapat mengaktifkan sistem kardiovaskuler secara terus menerus. Selanjutnya tekanan darah Anda akan cepat naik, kecepatan pernapasan akan meninggi dan otot menjadi tegang. Akhirnya Anda terserang penyakit jantung dan stroke.

4. Tidak percaya diri dan rendah diri berlebihan = gampang sakit
Biasanya orang yang memiliki sikap mental yang seperti ini sering terlibat pada hubungan yang buruk. Baik itu dalam lingkungan pergaulannya maupun dalam keluarganya. Perasaan rendah diri menyebabkan proses penyembuhan untuk setiap penyakit pada dirinya akan terhambat, meskipun Anda hanya sekedar menderita sakit flu ringan, wah! itulah tabiat buruk penyebab penyakit bagi tubuh.

Jadi, sekarang terserah pada diri Anda. Ingin jadi pribadi yang gembira dan menyenangkan sekaligus sehat atau justru sebaliknya? dan hindarilah tabiat buruk pengundang penyakit bagi diri anda.

Sumber : artikel-kesehatan-online.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Gejala Penyakit Hati atau Liver

Definisi

gejala Penyakit liver adalah suatu istilah untuk sekumpulan kondisi-kondisi, penyakit-penyakit dan infeksi-infeksi yang mempengaruhi sel-sel, jaringan-jaringan, struktur dan fungsi dari hati.
Fungsi Hati

Hati adalah suatu organ penting terletak di kwadran kanan atas abdomen. Dia bertanggung jawab untuk:

* Menyaring darah
* Membuat empedu, suatu zat yang membantu pencernaan lemak
* Memproses dan mengikat lemak pada pengangkutnya (protein) termasuk kolesterol. Gabungan lemak dan protein disebut lipoprotein (Chylomicron, VLDL, LDL, HDL), menyimpan gula dan membantu tubuh untuk mengangkut dan menghemat energi.
* Membuat protein-protein penting, seperti kebanyakan yang terlibat pada pembekuan darah
* Memetabolisme banyak obat-obatan seperti barbiturates, sedatives, and amphetamines
* Menyimpan besi, tembaga, vitamin A dan D, dan beberapa dari vitamin B
* Membuat protein-protein penting seperti albumin yang mengatur pengakutan cairan didalam darah dan ginjal
* Membantu mengurai dan mendaurulang sel-sel darah merah Jika hati menjadi radang atau terinfeksi, maka kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsi ini jadi melemah. Penyakit hati dan infeksi-infeksi adalah disebabkan oleh suatu kondisi yang bervariasi termasuk infeksi virus, serangan bakteri, dan perubahan kimia atau fisik didalam tubuh. Penyebab yang paling umum dari kerusakan hati adalah kurang gizi (malnutrition), terutama yang terjadi dengan kecanduan alkohol.

Gejala – gejala penyakit hati mungkin akut, terjadi tiba-tiba, atau kronis, berkembang perlahan melalui suatu periode waktu yang lama. Penyakit hati kronis adalah jauh lebih umum dari pada yang akut. Angka dari penyakit hati kronis dari laki-laki adalah dua kali lebih tinggi dari wanita. Penyakit hati dapat menjangkau dari ringan sampai berat tergantung dari tipe penyakit yang hadir.

Tanda dan Gejala Penyakit liver

Gejala-gejala sebagian tergantung dari tipe dan jangkaun penyakit hatinya. Pada banyak kasus, mungkin tidak terdapat gejala. Tanda-tanda dan gejala – gejala yang umum pada sejumlah tipe-tipe berbeda dari penyakit hati termasuk:

* Jaundice atau kekuningan kulit
* Urin yang coklat seperti teh
* Mual
* Hilang selera makan
* Kehilangan atau kenaikan berat tubuh yang abnormal
* Muntah
* Diare
* Warna tinja (feces)yang pucat
* Nyeri abdomen (perut) pada bagian kanan atas perut
* Tidak enak badan (malaise) atau perasaan sakit yang kabur
* Gatal-gatal
* Varises (pembesaran pembuluh vena)
* Kelelahan
* Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
* Demam ringan
* Sakit otot-otot
* Libido berkurang (gairah sex berkurang)
* Depresi

Suatu bentuk parah yang jarang dari infeksi hati disebut acute fulminant hepatitis, menyebabkan gagal hati. Gejala – gejala dari gagal hati termasuk:

* Aplastic anemia, suatu keadaan dimana sumsum tulang (bone marrow) tidak dapat membuat sel-sel darah
* Ascites, terkumpulnya cairan didalam abdomen
* Edema atau bengkak dibawah kulit
* Encephalopathy, kelainan yang mempengaruhi fungsi-fungsi otak
* Hati yang membesar dan perih (sakit)
* Limpa membesar
* Perubahan dalam status mental atau tingkat kesadaran
* Rentan terhadap perdarahan

Penyebab dan Risiko Penyakit

Penyakit hati dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang bervariasi. Penyebab-penyebabnya termasuk:

* Kerusakan-kerusakan bawaan sejak lahir atau kelainan-kelainan hati yang hadir pada kelahiran
* Kelainan-kelainan metabolisme atau kerusakan dalam proses dasar tubuh
* Infeksi-infeksi virus atau bakteri
* Alkohol atau keracunan oleh racun
* Obat-obat terentu yang merupakan racun bagi hati
* Kekurangan Gizi (nutrisi)
* Trauma atau luka

Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada anak-anak termasuk:

* Alagille’s syndrome, suatu kondisi dimana saluran empedu menyempit dan memburuk, terutama pada tahun pertama kehidupan
* Alpha 1- antitrypsin deficiency, suatu penyakit hati genetik pada anak yang dapat menuju ke hepatitis dan sirosis hati
* Biliary atresia, suatu kondis dimana saluran empedu yang terbentang dari hati ke usus halus adalah terlalu kecil penampangnya atau sama sekali tidak ada
* Galactosemia, suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat mentoleransi gula-gula tertentu didalam susu. Gula-gula ini dapat memperluas, menyebabkan kerusakan yang serius terhadap hati dan organ-organ lainnya dari tubuh.
* Hemorrhagic telangiectasia, suatu kondisi dimana pembuluh darah yang tipis mengizinkan perdarahan yang mudah dan sering dari kulit dan saluran pencernaan
* Hepatitis aktif kronis, suatu peradangan hati yang menyebabkan luka yang meninggalkan parut dan gangguan fungsi hati
* Kanker hati, yang dapat berasal dari kanker pada bagian tubuh lainnya yang telah menyebar ke hati
* Neonatal hepatitis, adalah hepatitis pada bayi baru lahir yang terjadi pada beberapa bulan pertama kelahiran
* Reye’s syndrome, suatu kondisi yang menyebabkan meluasnya lemak di hati. Pada beberapa kasus kondisi ini dikaitkan dengan penggunaan aspirin, terutama yang berhubungan dengan chickenpox, influenza, atau penyakit-penyakit lainnya dengan demam
* Thalassemia, satu grup dari anemia yang diwariskan, atau jumlah darah merah yang rendah
* Tyrosinemia, suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius dengan metabolisme hati
* Wilson’s disease, suatu kondisi warisan (keturunan) yang menyebabkan meluasnya dari mineral tembaga didalam hati

Penyakit-penyakit hati yang kemungkinan besar terjadi pada orang dewasa termasuk:

* Batu empedu, yang mungkin dapat menyumbat saluran empedu
* Hemochromatosis, suatu kondisi yang menyebabkan tubuh menyerap dan menyimpan terlalu banyak besi. Penumpukan dari besi menyebabkan kerusakan hati dan organ-organ lainnya
* Hepatitis, suatu peradangan dan infeksi dari hati disebabkan oleh salah satu dari beberapa virus-virus
* Penyakit cystic dari hati, yang menyebabkan luka-luka dan massa-massa yang terisi cairan di hati
* Porphyria, suatu kondisi yang menyebabkan kesalahan fungsi dalam bagaimana tubuh menggunakan porphyrins. Porphyrins adalah sangat penting pada pembuatan haemoglobin didalam sel darah merah, untuk mengangkut oksigen keseluruh tubuh
* Primary sclerosing cholangitis, suatu kondisi yang menyebabkan saluran empedu dari hati menyempit karena peradangan dan luka goresan
* Sarcoidosis, suatu penyakit yang menyebabkan suatu perluasan dari luka-luka di hati dan organ-organ lainnya dari tubuh
* Sirosis, suatu kondisi serius yang menyebabkan jaringan dan sel-sel hati diganti oleh jaringan parut
* Type I glycogen storage disease, yang menyebabkan persoalan pada pengontrolan gula darah ketika sesorang sedang puasa

Penyakit hati yang berhubungan dengan alkohol termasuk:

* Hepatitis alkoholik
* Penyakit fatty liver yang menyebabkan pembesaran hati
* Sirosis alkoholik

Pencegahan Penyakit

Beberapa tapi tidak semua penyakit hati dapat dicegah. Contohnya, hepatitis A dan hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi.

Cara-cara lain untuk mengurangi risiko penyakit infeksi hati termasuk:

* Mempraktekan kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti diapers
* Menghindari meminum atau memakai air kran jika berpergian ke luar negri
* Menghindari memakai obat terlarang, terutama penggunaan bersama alat suntik
* Melakukan hubungan sex yang aman
* Menghindari penggunaan bersama alat-alat kesehatan pribadi seperti alat cukur atau gunting kuku
* Menghindari bahan racun dan konsumsi alkohol berlebihan
* Gunakan bat-obatan seperti yang dianjurkan
* Gunakan kehati-hatian pada produk-produk kimia industri
* Makanlah diet yang berimbang baik menurut petunjuk piramid dari makanan
* Dapatkan satu suntikan dari immune globulin sesudah terpapar pada hepatitis A

Diagnosis Penyakit

Dokter dapat menentukan apakah gejala, sejarah kesehatan, dan tes fisik cocok dengan penyakit hati. Hepatomegaly, suatu hati yang membesar dan mengeras dan tanda-tanda lainnya dari penyakit hati dapat ditemukan pada tes-tes yang dilakukan.

Banyak tes-tes lanjutan juga dapat digunakan untuk mendukung diagnosis. Ini termasuk tes-tes darah, seperti:

* Abdominal CT scan atau abdominal MRI, yang menyajikan lebih banyak informasi tentang struktur dan fungsi hati
* ERCP, atau endoscopic retrograde cholangiopancreatography. Suatu tabung kecil yang disebut endoscope digunakan untuk melihat berbagai struktur didalam dan sekitar hati
* Pemeriksaan USG, untuk melihat ukuran dari organ abdomen (perut) dan kehadiran dari massa
* Pemeriksaan X-rays abdomen
* Perhitungan darah lengkap, yang melihat pada tipe dan jumlah dari sel-sel darah didalam tubuh
* Scan hati dengan radiotagged substances untuk menunjukan perubahan-perubahan struktur hati
* Studi GI atas, yang dapat mendeteksi kelainan-kelainan di esophagus yang disebabkan oleh penyakit hati
* Tes fungsi hati, adalah tes darah yang memeriksa enzim-enzim hati yang sangat bervariasi dan produk-produk sampingannya

Pada beberapa kasus, jalan satu-satunya untuk mendiagnosis secara pasti kehadiran dari suatu penyakit hati tertentu adalah dengan biopsi hati. Prosedur ini melibatkan pengambilan sedikit dari jaringan hati untuk pemeriksaan dibawah mikroskop. Biopsi hati mungkin perlu dilakukan beberapa kali untuk melihat kemajuan penyakit dan responnya terhadap perawatan.

Efek Jangka Panjang Penyakit

Efek-efek jangka panjang tergantung dari kehadiran tipe penyakit hatinya. Contohnya, hepatitis kronis dapat menjurus ke:

* Gagal hati
* Penyakit-penyakit pada bagian lain tubuh, seperti kerusakan ginjal atau jumlah darah yang rendah
* Sirosis hati

Efek-efek jangka panjang lainnya dapat termasuk:

* Encephalopathy, adalah memburuknya fungsi otak yang dapat berlanjut ke koma
* Gastrointestinal bleeding (perdarahan gastrointestinal). Ini termasuk perdarahan esophageal varices, yang merupakan pembesaran vena yang abnormal di esophagus dan/atau didalam perut
* Kanker hati
* Peptic ulcers, yang mengikis lapisan perut/lambung

Risiko Pada Orang Lain

Beberapa penyakit hati sangat menular dan mengemukakan risiko pada orang lain. Contohnya, beberapa bentuk dari hapatitis adalah sangat menular melalui hubungan sexual atau makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penyakit-penyakit hati lainnya tidak menular seperti biliary atresia.
Perawatan Penyakit

Perawatan untuk penyakit liver termasuk:

* Istirahat di tempat tidur
* Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi
* Hindari obat-obatan yang tidak perlu
* Hindari alkohol
* Makan diet yang berimbang untuk penyakit hati
* Minum obat anti mual jika diperlukan

Perawatan lanjutan tergantung dari tipe dan luasnya penyakit. Contohnya, merawat hapatitis B, hepatitis C dan hepatitis D dapat melibatkan penggunaan obat-obatan seperti obat-obatan anti virus (antiviral) alpha interferon. Obat-obat lain yang digunakan untuk merawat penyakit hepatitis dapat termasuk ribavirin, lamivudine, steroids, dan antibiotik-antibiotik.

Acute fulminant hepatitis dapat menyebabkan gagal hati yang mengancam nyawa. Ini memerlukan tinggal di rumah sakit dan perawatan untuk kelainan perdarahan, encephalopathy, dan persoalan-persoalan nutrisi.

Biliary atresia mungkin dirawat dengan suatu prosedur yang disebut Kasai surgery, suatu prosedur dimana dokter operasi menggantikan saluran empedu dengan bagian dari usus halus bayi.

Hemochromatosis dirawat dengan cara mengeluarkan 0,5 liter darah satu atau dua kali dalam seminggu untuk beberapa bulan sampai satu tahun, tergantung dari keparahan kondisinya. Ini akan menghabiskan secara efektif kelebihan zat besi.

Supplemen vitamin dan mineral diberikan untuk mencegah komplikasi dari primary biliary cirrhosis. Ini termasuk vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan kalsium. Cholestyramine dapat juga diberikan untuk meringankan gatal-gatal.

Untuk merawat Wilson’s disease dokter dapat meresepkan obat trientine atau penicillamine. Jika obat-obat ini tidak dapat ditoleransi oleh pasien, maka dia mungkin diminta untuk minum obat zinc acetate.

Efek Samping Perawatan

Efek-efek samping akan tergantung dari perawatan-perawatan ynag digunakan untuk penyakit hati. Antibiotik dapat menyebabkan gangguan lambung atau reaksi alergi. Efek-efek samping dari interferon termasuk penyakit yang seperti flu, dengan demam dan seluruh tubuh sakit.

Suatu transplantasi hati dapat menyebabkan banyak komplikasi-komplikasi, termasuk kegagalan atau penolakan dari hati yang baru. Sesudah transplantasi hati, seseorang perlu meminum obat anti penolakan yang kuat selama hidupnya. Karena obat-obatan ini bertentangan dengan fungsi normal sistim imun, mereka meningkatkan risiko seseorang untuk infeksi-infeksi dan tipe-tipe tertentu dari kanker.
Yang Terjadi Setelah Perawatan

Apa yang terjadi setelah perawatan akan tergantung dari tipe penyakit hatinya dan respon terhadap perawatan. Sebagai contoh, seseorang dengan hepatitis A umumnya tidak memerlukan obat-obatan setelah penyakitnya sembuh. Mereka dapat kembali ke gaya kehidupan normal ketika gejala – gejala penyakitnya telah hilang, walaupun mereka masih mempunyai sedikit jaundice (kulit berwarna kuning).

Seseorang dengan hepatitis B, hepatitis C atau hepatitis D memerlukan untuk dimonitor untuk efek-efek samping maupun keuntungan-keuntungannya selama dan sesudah perawatan dengan interferon. Perawatan dengan alpha interferon mungkin harus diulangi lagi jika penyakitnya kambuh lagi. Seseorang yang telah menerima transplantasi hati akan diperiksa untuk penyakit lainnya dan juga fungsi hati barunya.
Monitor Penyakit

Memonitor penyakit akan tergantung dari tipe penyakit. Tes-tes fungsi hati dapat dilakukan selama periode kunjungan ke dokter, untuk memonitor penyakitnya dan melihat kerja hatinya. Suatu gejala yang baru atau yang memburuk harus dilaporkan ke dokter. Status dari hati mungkin memerlukan biopsi hati yang berulang. Keputusan-keputusan untuk perawatan lanjutan atau transplantasi hati sering dibuat atas dasar tes-tes ini.

Sumber: http://www.totalkesehatananda.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Penyakit Glukoma Pada Mata

Penyakit Glaucoma pada mata adalah terjadinya perubahan tekanan cairan mata,sebagai akibat dari berbagai keadaan, dan akirnya merubah kedukdukan jarakantara lensa mata dan syaraf penglihatan sehingga ybs bisa menjadisangat jauh dari fokus dan tdk bisa melihat lagi.Kondisi yg paling parah adalah karena besarnya tekanan, maka pada akhirnya syarafmata yg tertekan terus menerus menjadi rusak, kondisi ini menjadikan ybs butapermanen.Yg mempengaruhi tekanan cairan mata adalah berbagai kondisi dan pengaruh,termasuk ketegangan, tekanan darah tinggi, diabetik, kopi, ginseng, epedrah,licorie, serta kekurangan vitamin A, B, C, E dan amino acid.Makanan yg merangsang fluktusi tekanan darah, seperti kambing, dsbnya sangattdk dianjurkan.Banyak makan sayuran, wortel, billbery, anggur dg bijinya, rosehip, ygmengandung banyak bioflavonoid akan baik dan membantu.Demikian, smeoga bermanfaat,

Sumber : rozieguru-tik.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Gejala Penyakit Lupus

June 19, 2008

Gejala Penyakit Lupus

PERNAH mendengar nama penyakit Lupus? Penyakit ini memang kalah pamornya dibanding HIV/AIDS, DBD, kanker, atau yang lainnya. Walau begitu, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Karena jumlah penderitanya makin meningkat, dan memengaruhi kualitas hidup seorang penderita odapus (Orang dengan Lupus)
Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dr Fajar Rudy Qimindra, Lupus atau yang dalam dunia kedokteran disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) berasal dari bahasa latin yang berarti anjing hutan. Istilah ini mulai dikenal sejak abad ke-10. Sedang eritematosus berarti merah. Ini untuk menggambarkan ruam merah pada kulit yang menyerupai gigitan anjing hutan di sekitar hidung dan pipi. Sehingga dari sinilah istilah lupus tetap digunakan untuk penyakit Systemic Lupus Erythematosus.

Gejala penyakit lupus awalnya sering memberikan keluhan rasa nyeri di persendian. Tak hanya itu, seluruh organ pun tubuh terasa sakit bahkan terjadi kelainan pada kulit, serta tak jarang tubuh menjadi lelah berkepanjangan dan sensitif terhadap sinar matahari.

Dikatakan Qimindra, batasan penyakit ini adalah penyakit autoimun, sistemik, kronik, yang ditandai dengan berbagai macam antibodi tubuh yang membentuk komplek imun, sehingga menimbulkan reaksi peradangan di seluruh tubuh.

“Autoimun maksudnya, tubuh penderita lupus membentuk daya tahan tubuh (antibodi) tetapi salah arah, dengan merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah dan lain-lain. Padahal antibodi seharusnya ditujukan untuk melawan bakteri/virus yang masuk tubuh,” terang pria yang akrab disapa dr Qimi ini.

Sedangkan sistemik, terangnya, memiliki arti bahwa penyakit ini menyerang hampir seluruh organ tubuh. Sementara kronis, maksudnya adalah sakit lupus ini bisa berkepanjangan, kadang ada periode tenang lalu tiba-tiba kambuh lagi.

Dikatakan Qimi, penyakit lupus lebih banyak menyerang wanita usia 15 – 45 tahun dengan perbandingan mengenai perempuan antara 10 – 15 kali lebih sering dari pria.

“Artinya, penyakit ini sering mengenai wanita usia produktif tetapi jarang menyerang laki-laki dan usia lanjut,” tuturnya

Adapun penyebabnya, sampai sekarang belum diketahui dengan jelas. Tapi diduga adanya faktor pencetus pada lingkungan antara lain, seperti infeksi, sinar ultraviolet, pemakaian obat-obatan tertentu, alergi, stres mental dan fisik.

Jadi diperkirakan penyakit lupus timbul dari interaksi berbagai macam paparan yang terdapat di lingkungan dengan individu yang secara genetik rentan terhadap paparan tersebut.

Gejala klinis penyakit lupus ini, menurut Qimi, sangat luas dan tergantung bagian tubuh mana yang terkena. Mulai dari yang ringan berupa bintik-bintik merah di kulit dan nyeri sendi sampai yang berat karena menyerang organ tubuh yang vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal.

Pada awal perjalanannya, ungkap Qimi, penyakit ini ditandai dengan gejala klinis yang tak spesifik, antara lain lemah, lesu, panas, mual, nafsu makan menurun, dan berat badan turun. Gejala awal yang tidak khas ini mirip dengan beberapa penyakit yang lain.

Oleh karena gejala penyakit ini sangat luas dan tidak khas pada awalnya, maka tidak sembarangan untuk mengatakan seseorang terkena penyakit lupus.

“Akibat gejalanya mirip dengan gejala penyakit lainnya, maka lupus dijuluki sebagai penyakit peniru. Julukan lainnya adalah si penyakit seribu wajah,” sebutnya.

”Karena itulah, biasanya pasien melakukan shopping doctor (berpindah-pindah dokter) sebelum diagnosis penyakitnya dapat ditegakkan,” tambah Qimi.

Menurut American College Of Rheumatology 1997, kutip Qimi, diagnosis SLE harus memenuhi 4 dari 11 kriteria yang ditetapkan. Adapun penjelasan singkat dari 11 gejala tersebut, adalah sebagai berikut:

1. Ruam kemerahan pada kedua pipi melalui hidung sehingga seperti ada bentukan kupu-kupu, istilah kedokterannya Malar Rash/Butterfly Rash.

2. Bercak kemerahan berbentuk bulat pada bagian kulit yang ditandai adanya jaringan parut yang lebih tinggi dari permukaan kulit sekitarnya.

3. Fotosensitive, yaitu timbulnya ruam pada kulit oleh karena sengatan sinar matahari

4. Luka di mulut dan lidah seperti sariawan (oral ulcers).

5. Nyeri pada sendi-sendi. Sendi berwarna kemerahan dan bengkak. Gejala ini dijumpai pada 90 % odapus.

6. Gejala pada paru-paru dan jantung berupa selaput pembungkusnya terisi cairan.

7. Gangguan pada ginjal yaitu terdapatnya protein di dalam urine.

8. Gangguan pada otak/sistem saraf mulai dari depresi, kejang, stroke, dan lain-lain.

9. Kelainan pada sistem darah di mana jumlah sel darah putih dan trombosit berkurang. Dan biasanya terjadi juga anemia

10. Tes ANA (antinuclear Antibody) positif

11. Gangguan sistem kekebalan tubuh.

Ia menjelaskan, untuk pengobatan lupus, perkembangan obat-obatannya jauh lebih baik dibandingkan 2-3 dekade yang lalu. Selain obat-obatan, terapi non-obat yang dianjurkan untuk odapus adalah dengan menghindari faktor pencetus seperti paparan sinar matahari yang terlalu banyak, hindari stres mental dan fisik yang berlebihan.

“Membangun sikap mental yang positif, berolahraga, mengonsumsi nutrisi yang cukup, dan kontrol ke dokter secara reguler adalah langkah–langkah yang baik untuk tetap sehat walau lupus bersemayam dalam tubuh,” terangnya.

Anda Terdiagnosis Penyakit Lupus ?

Harus dipastikan dulu oleh dokter ahli bahwa itu memang benar Lupus. Jadi tidak sembarangan memvonisnya. Tetapi apabila memang sudah tegak diagnosisnya, jangan bingung dan cemas. Banyak pihak yang akan membantu edukasi dan dukungan seperti dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), dari dokter pemerhati lupus dan tentunya dari pemerintah.

Sumber : ajarqimi.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Penyakit Gagal Ginjal

Waspadai penyakit gagal ginjal

penyakit gagal ginjal

Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

Penyakit gagal ginjal ini menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

A. Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

* Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
* Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
* Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
* Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
* Menderita penyakit kanker (cancer)
* Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
* Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.

Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.

Tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

C. Diagnosa Gagal Ginjal

Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.

D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal

Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.

Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.

E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal

Kita yang dalam kondisi “merasa sehat” setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan ke dokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.

Sumber: http://www.infopenyakit.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

Penyakit Akibat Kerja

Definisi

Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian Penyakit Akibat Kerja merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease.

WHO membedakan empat kategori Penyakit Akibat Kerja :

1. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya Pneumoconiosis.

2. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya Karsinoma Bronkhogenik.

3. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis.

4. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, misalnya asma.

FAKTOR PENYEBAB

Faktor penyebab Penyakit Akibat Kerja sangat banyak, tergantung pada bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun cara kerja, sehingga tidak mungkin disebutkan satu per satu. Pada umumnya faktor penyebab dapat dikelompokkan dalam 5 golongan:

1. Golongan fisik : suara (bising), radiasi, suhu (panas/dingin), tekanan yang sangat tinggi, vibrasi, penerangan lampu yang kurang baik.

2. Golongan kimiawi : bahan kimiawi yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, awan atau kabut.

3. Golongan biologis : bakteri, virus atau jamur

4. Golongan fisiologis : biasanya disebabkan oleh penataan tempat kerja dan cara kerja

5. Golongan psikososial : lingkungan kerja yang mengakibatkan stress.

DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA

Untuk dapat mendiagnosis Penyakit Akibat Kerja pada individu perlu dilakukan suatu pendekatan sistematis untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dan menginterpretasinya secara tepat.

Pendekatan tersebut dapat disusun menjadi 7 langkah yang dapat digunakan sebagai pedoman:

1. Tentukan Diagnosis klinisnya

Diagnosis klinis harus dapat ditegakkan terlebih dahulu, dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas penunjang yang ada, seperti umumnya dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Setelah diagnosis klinik ditegakkan baru dapat dipikirkan lebih lanjut apakah penyakit tersebut berhubungan dengan pekerjaan atau tidak.

2. Tentukan pajanan yang dialami oleh tenaga kerja selama ini

Pengetahuan mengenai pajanan yang dialami oleh seorang tenaga kerja adalah esensial untuk dapat menghubungkan suatu penyakit dengan pekerjaannya. Untuk ini perlu dilakukan anamnesis mengenai riwayat pekerjaannya secara cermat dan teliti, yang mencakup:

– Penjelasan mengenai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh penderita secara khronologis

– Lamanya melakukan masing-masing pekerjaan

– Bahan yang diproduksi

– Materi (bahan baku) yang digunakan

– Jumlah pajanannya

– Pemakaian alat perlindungan diri (masker)

– Pola waktu terjadinya gejala

– Informasi mengenai tenaga kerja lain (apakah ada yang mengalami gejala serupa)

– Informasi tertulis yang ada mengenai bahan-bahan yang digunakan (MSDS, label, dan sebagainya)

3. Tentukan apakah pajanan tersebut memang dapat menyebabkan penyakit tersebut

Apakah terdapat bukti-bukti ilmiah dalam kepustakaan yang mendukung pendapat bahwa pajanan yang dialami menyebabkan penyakit yang diderita. Jika dalam kepustakaan tidak ditemukan adanya dasar ilmiah yang menyatakan hal tersebut di atas, maka tidak dapat ditegakkan diagnosa penyakit akibat kerja. Jika dalam kepustakaan ada yang mendukung,

perlu dipelajari lebih lanjut secara khusus mengenai pajanan sehingga dapat menyebabkan penyakit yang diderita (konsentrasi, jumlah, lama, dan sebagainya).

4. Tentukan apakah jumlah pajanan yang dialami cukup besar untuk dapat mengakibatkan penyakit tersebut.

Jika penyakit yang diderita hanya dapat terjadi pada keadaan pajanan tertentu, maka pajanan yang dialami pasien di tempat kerja menjadi penting untuk diteliti lebih lanjut dan membandingkannya dengan kepustakaan yang ada untuk dapat menentukan diagnosis penyakit akibat kerja.

5. Tentukan apakah ada faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi

Apakah ada keterangan dari riwayat penyakit maupun riwayat pekerjaannya, yang dapat mengubah keadaan pajanannya, misalnya penggunaan APD, riwayat adanya pajanan serupa sebelumnya sehingga risikonya meningkat. Apakah pasien mempunyai riwayat kesehatan (riwayat keluarga) yang mengakibatkan penderita lebih rentan/lebih sensitif terhadap pajanan yang dialami.

6. Cari adanya kemungkinan lain yang dapat merupakan penyebab penyakit

Apakah ada faktor lain yang dapat merupakan penyebab penyakit? Apakah penderita mengalami pajanan lain yang diketahui dapat merupakan penyebab penyakit. Meskipun demikian, adanya penyebab lain tidak selalu dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab di tempat kerja.

7. Buat keputusan apakah penyakit tersebut disebabkan oleh pekerjaannya

Sesudah menerapkan ke enam langkah di atas perlu dibuat suatu keputusan berdasarkan informasi yang telah didapat yang memiliki dasar ilmiah. Seperti telah disebutkan sebelumnya, tidak selalu pekerjaan merupakan penyebab langsung suatu penyakit, kadang-kadang pekerjaan hanya memperberat suatu kondisi yang telah ada sebelumnya. Hal ini perlu dibedakan pada waktu menegakkan diagnosis. Suatu pekerjaan/pajanan dinyatakan sebagai penyebab suatu penyakit apabila tanpa melakukan pekerjaan atau tanpa adanya pajanan tertentu, pasien tidak akan menderita penyakit tersebut pada saat ini.

Sedangkan pekerjaan dinyatakan memperberat suatu keadaan apabila penyakit telah ada atau timbul pada waktu yang sama tanpa tergantung pekerjaannya, tetapi pekerjaannya/pajanannya memperberat/mempercepat timbulnya penyakit.

Dari uraian di atas dapat dimengerti bahwa untuk menegakkan diagnosis Penyakit Akibat Kerja diperlukan pengetahuan yang spesifik, tersedianya berbagai informasi yang didapat

baik dari pemeriksaan klinis pasien, pemeriksaan lingkungan di tempat kerja (bila memungkinkan) dan data epidemiologis.

PENUTUP

Penegakan diagnosis Penyakit Akibat Kerja masih merupakan masalah di Indonesia. Diperlukan minat dan pengetahuan yang khusus untuk dapat menegakkan diagnosis Penyakit Akibat Kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut, selain perlu ditingkatkan pendidikan bagi dokter dalam bidang kedokteran kerja, juga perlu dikembangkan suatu sistem rujukan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dikembangkannya klinik-klinik Kedokteran Kerja di Indonesia dapat membantu permasalahan yang dihadapi.

Sumber : safety4abipraya.wordpress.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Penyakit Mematikan KeTiga di Indonesia

Kanker merupakan penyakit mematikan

Penyakit mematikan perlu diwaspadai karena sangat berbahaya. Penyakit mematikan sangat perlu perhatian khusus. kanker adalah salah satu penyakit mematikan.

Penyakit mematikan seperti kanker tenyata menempati urutan nomor tiga yang mematika di Indonesia. Selain dalam pengobatanya memerlukan biaya yang cukup besar dan banyak penyebab terjadinya kanker juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor genetik. Faktor lingkungan itu seperti, rokok, alkohol, radiasi, bahan kimia, pola makan yang sembarangan. Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dalam tubuh manusia. Penyakit Kanker yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, sel kanker ini sangat cepat pertumbuhannya, tidak terkendali dan akan terus membela diri dan menyusup kejaringan sekitarnya dan menyerang organ-organ penting serta saraf tlang belakang.

Angka kematian yang terjadi seitar 5-20% merukan salah satu yang menyebabkan kematian setelah penyakit stroke dan jantung. Jadi perjuangan bagi penderita penyakit mematikan ini tidak pernah berhenti,sejak tahun 2000 samapai sekarang. Dari negara china sudah tercantum pengobatan terhadap kanker, tapi karena teknologi belum canggih sehingga pengobatan terjadi secara proses panjang dan sulit. Karena china meracik obat tersebut berdasarkan kanker atau penyakit mematikan yang diserang. Tapi jangan salah malah dari china banyak ramuan china yang berkahasiat bisa menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit terhadap serangan kanker mematikan. Dan meningkatkan daya tahan tubuh atau memperpanjang usia penderita kanker mematikan.

Penyakit kanker (penyakit mematikan) menjadi masalah kesehatan global karena angkah kematiannya sangat tinggi, namu bila diketahui sejak dini kanker dapat ditangani secara bertahap, tapi kalau sudah pada tahap tinggi disinilah sulitnya buat mengatasinya karena kanker sudaj berkembang biak terlalu jauh dan sukar ditangani. Dan bukan sipenderita kanker saja yang menderita tapi keluarga yang terdekat disekitarnya karena melihat dalam kondisi yang tidak kuat. Jadi mulai sekarang sayangilah tubuh anda dan rawatlah serta control makanan yang anda komsumsi. Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari. Tidak ada salahnya sekali 6bulan atau 1tahun anda mengkontrol atau mengecek kesehatan anda. Apabila terjadi sesuatu anda bisa menaganinya sejak dini.

Sumber : 8l8.blogspot.com

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com