Jerawat Datang, Masalah Menghadang

TIPE kulit wajah setiap orang berbeda. Permasalahannya pun beragam. Salah satunya jerawat yang timbul tanpa disadari. Bagaimana mengatasinya?

Hampir semua orang pernah mengalami masalah jerawat di sekitar wajah. Biasanya saat jerawat pertama sudah muncul, akan disusul yang berikutnya.

Jerawat merupakan suatu kondisi kulit yang umum terjadi berupa penyumbatan pada pori-pori kulit, timbul bintik-bintik dan meradang. Jika terinfeksi, jerawat bisa abses (mengandung nanah).

Menurut Spesialis Kulit Kecantikan dari Puan Butique, dr Amaranila Lalita Drijono SpKK, jerawat terjadi karena penyumbatan pada pori-pori kulit wajah. “Yang akhirnya, timbul bulatan yang tadinya merah dan mulai diraba menjadi mulai keras, sakit dan membesar, dan lama-kelamaan akan mengeluarkan nanah,” ujar Lalita.

Ia kadang muncul dalam bentuk bintik-bintik putih atau bintik-bintik hitam. Sama seperti penyakit lainnya, ia memang datang tanpa disangka. Penyebab timbulnya jerawat sangat bermacam-macam. Satu di antaranya karena pola hidup seseorang.

“Timbulnya jerawat pada seseorang berbeda-beda, tergantung gen yang dibawa dari orangtua, pengaruh lingkungan, dan tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang,” sebut Lalita yang juga praktik di Rumah Sakit Internasional Bintaro.

Banyak mitos yang mengatakan bahwa makan kacang membuat munculnya jerawat. Ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Kacang merupakan salah satu makanan yang bisa menghasilkan lemak.

“Sebetulnya makanan, secara tidak langsung memengaruhi timbulnya jerawat. Tetapi hanya makanan tertentu, misalnya makanan yang mengandung kadar lemak yang tinggi seperti keju, cokelat. Pokoknya semua makanan yang menggemukkan,” kata dokter spesialis kulit klinik Sam Marie Dr Tjut Nurul Alam Jacoeb SpKK(K).

Tidak hanya kacang, menurut Tjut Nurul, pada makanan lainnya yang mengandung lemak tinggi juga dapat memicu timbul jerawat pada wajah. Rambut dengan gaya berponi di sekitar muka bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat.

“Apabila terdapat permukaan kulit yang tertutupi, maka akan menimbulkan tertutupnya hubungan dengan udara luar. Karena itu penguapan keringat akan terganggu sehingga terjadi penyumbatan yang menimbulkan jerawat,” tuturTjut Nurul.

Jerawat memang tidak terlalu membahayakan. Namun, ia dapat menimbulkan dampak negatif pada orang yang mengalaminya. Antara lain, permukaan wajah tidak sehalus sebelum terkena jerawat karena timbulnya masalah seperti bolong-bolong pada kulit wajah atau bopeng sebagai vlek bekas jerawat. “Wajah yang terkena jerawat biasanya akan berbekas,” katanya.

Dampak lainnya yang ditimbulkan adalah dampak psikologis seperti rasa malu jika jerawat yang muncul banyak. Apalagi untuk jerawat yang timbul di tempat yang terlihat seperti pada bagian pipi atau dahi seseorang.

“Orang yang biasanya punya jerawat biasanya malu, kepercayaan dirinya berkurang. Apalagi kalau wanita, ada jerawat satu aja, dia pasti kalang kabut ditambah senewen, dan pasti langsung konsultasi ke dokter spesialis kulit,” tuturnya.

Penyembuhan yang ditawarkan dari masalah ini sangat beragam. Banyaknya iklan untuk remaja dimulai dari obat muka, pelembap sampai sabun pencuci wajah untuk menghilangkan jerawat semakin dipromosikan.

Menurut Lalita, untuk mencegah dan untuk menghilangkan jerawat berbeda-beda sesuai dengan kondisi seseorang. Bisa dilihat berdasarkan tipe kulit seseorang. Ada yang menggunakan sabun pencuci muka, ia tidak muncul.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea
http://melilea-organik.com

tanaman pengusir jerawat

September 16, 2007

tanaman pengusir jerawat

Banyak tanaman yang punya khasiat mengobati berbagai keluhan atau penyakit. Lima tanaman pengusir jerawat akan diinformasikan dibawah ini.

Ada yang menganggapnya sepele, tapi ada pula yang menganggap kehadirannya
sebagai ‘musibah.’ Apalagi kaum hawa. Biasanya, mereka akan langsung melakukan segala upaya untuk membuang benda satu ini, jerawat.

Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk membuang jerawat. Namun, sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang mampu melenyapkan jerawat. Tanaman-tanaman itu antara lain tomat, jeruk nipis, belimbing wuluh, mentimun, dan temulawak.

KLIK – DetailTomat
Tomat termasuk tanaman perdu semusim, batangnya masif, berbulu, dan berbuku-buku. Bunganya keluar dari ketiak daun, berwarna putih. Buahnya ketika muda berwarna hijau, lantas menjadi merah setelah beranjak tua. Buah tomat mengandung aneka vitamin, antara lain vitamin C, vitamin A dan B1, serta mengandung zat-zat seperti protein, kalsium, fosfor, besi, dan belerang.

Guna mengusir jerawat, coba pilih buah tomat yang sudah masak. Kemudian potong rata-rata, dan setelah itu langsung dipakai untuk menggosok wajah berjerawat. Jika Anda tekun membiasakan diri memakai buah tomat, wajah Anda pun dijamin bakal kembali berseri-seri, bebas dari jerawat.

KLIK – DetailBelimbing Wuluh
Tanaman belimbing wuluh dapat tumbuh baik di tempat terbuka. Batangnya tidak banyak bercabang, sedang daunnya bersirip genap. Bunganya kecil-kecil menggantung berwarna merah atau keunguan. Daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam. Warna buah ada yang hijau, ada pula kuning muda atau putih. Belimbing wuluh mengandung kalium oksalat, flavonoid, pektin, tanin, asam galat, dan asam ferulat.

Untuk menyingkirkan jerawat, ambil 5 buah belimbing wuluh, cuci bersih lalu tumbuk sampai halus. Setelah itu, remas dengan air garam seperlunya. Gosokkan pada wajah atau bagian kulit lain yang berjerawat. Lakukan tiga kali sehari. Niscaya, wajah Anda akan kembali mulus berseri.

KLIK – DetailMentimun
Tanaman mentimun tergolong tanaman merambat atau menjalar. Batangnya berbulu halus, dan panjangnya mencapai 3 meter. Bunganya berwarna kuning. Buahnya berbentuk bulat-panjang. Buah mentimun, di samping memang banyak mengandung air, juga mengandung vitamin A, B1 dan C serta beberapa zat, seperti saponin, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, dan belerang.

Berkaitan dengan jerawat, pilih mentimun yang masih muda. Cuci bersih, lalu potong-potong. Perlahan, gosokkan pada wajah yang berjerawat. Biasakan minimal 3 kali sehari.

KLIK – DetailJeruk Nipis
Pada umur 2 – 3 tahun, pohon jeruk nipis mulai berbuah. Buahnya sebesar bola pingpong, berwarna hijau atau kekuning-kuningan, dan rasanya asam. Buah jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral, dan asam sitrat. Untuk menghadang jerawat, cermati buah jeruk nipis yang telah tua, lalu potong rata-rata. Gosokkan pada wajah berjerawat, sekitar 2-3 kali sehari.

KLIK – DetailTemulawak
Komponen utama kandungan zat dalam rimpang temulawak adalah kurkumin dan minyak atsiri. Kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris, anti-inflamasi (antiradang), dan anti-hepatotoksik (antikeracunan empedu). Kandungan kurkumin dalam rimpang temulawak berkisar 1,6 – 2,2 persen, dihitung berdasarkan berat kering. Sedangkan minyak atsiri temulawak mengandung phelandren, kamfer, borneol, xanthorrhizol, dan sineal.

Bila ingin wajah tidak ‘ternodai’ jerawat, ambil 1 jari rimpang temulawak, cuci bersih dan potong-potong. Rebus dengan air bersih sebanyak 4 gelas, lalu biarkan mendidih hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, dapat disaring dan diminum (bisa juga ditambah madu). Minumlah sehari dua kali, dan sekali minum sebanyak satu gelas.

Sukses Menjadi Konsultan Kesehatan Bersama Nyoman Maulana Seorang Leader Melilea Konsultan Call: 021-98712280
Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

http://melilea-organik.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.